BRI dan BSI Siap Perluas Rekening Massal Sesuai Arahan Presiden
BRI dan BSI siap mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan masyarakat Indonesia.
IDXChannel - Dua bank Himbara yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan masyarakat Indonesia.
Kebijakan ini disiapkan untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan serta mempermudah penyaluran berbagai program bantuan pemerintah secara transparan dan efisien.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa BRI menyambut baik kepercayaan pemerintah dan siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan pembukaan rekening massal yang terintegrasi dengan data Dukcapil, Bank Indonesia, serta sistem pembayaran QRIS.
“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Hingga kuartal II/2026, lanjutnya, BRI telah memiliki 131 juta nasabah individual yang ditopang oleh 7.377 unit kantor, 637 ribu e-channel, 1,13 juta BRILink Agen di lebih dari 60 ribu desa, serta 49,7 juta pengguna aplikasi BRImo.
“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” lanjut Hery.
Hery menambahkan bahwa perluasan rekening ini juga menjadi pijakan penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan pelaku UMKM.
“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Hery.
Senada dengan BRI, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan pemerintah yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan perbankan syariah melalui BSI.
"Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, modern, dan inklusif," ujar Anggoro.
Dalam mendukung program tersebut, BSI didukung oleh lebih dari 1.130 kantor cabang, 134 ribu BSI Agen, serta aplikasi BYOND by BSI untuk pembukaan rekening secara digital.
Hingga pertengahan 2026, BSI mencatatkan jumlah nasabah mencapai 24,3 juta orang dengan perolehan laba bersih sebesar Rp4,16 triliun pada semester I-2026 atau tumbuh 11 persen secara tahunan.
Melalui kepemilikan rekening baru ini, BSI turut mendorong budaya perencanaan keuangan syariah sejak dini, seperti investasi emas dan tabungan haji yang dapat dimulai dari nominal Rp50 ribu.
"Kami siap melayani seluruh segmen masyarakat hingga pelosok negeri dan terus berkontribusi dalam memperkuat inklusi keuangan nasional melalui layanan perbankan syariah yang terpercaya dan berkelanjutan," kata Anggoro. (Febrina Ratna Iskana)