BANKING

BTN (BBTN) Bidik Dana Murah hingga Rp5 Triliun

Kunthi Fahmar Sandy 12/01/2026 14:06 WIB

BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun, seiring rebranding produk Tabungan BTN Pos.

BTN (BBTN) Bidik Dana Murah hingga Rp5 Triliun (FOTO:Dok BTN)

IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat pendanaan ritel dengan membidik penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun, seiring rebranding produk Tabungan BTN Pos.

Hal tersebut diungkap Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat melakukan rebranding nama dan logo bersama PT Pos Indonesia (Persero) menjadi Tabungan BTN Pos. 

“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon.

Dia melanjutkan, perubahan ini upaya strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA).

"Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan," kata Nixon.

Adapun langkah ini dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda. Mengajak mereka bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless dengan memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Sebelumnya, BTN memperkenalkan kembali produk tabungan e’Batarapos yang diluncurkan bersama Pos Indonesia pada 2005 dan telah berevolusi menjadi Tabungan BTN Pos, sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan.

Nixon mengatakan, fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos yang mewajibkan mereka untuk membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi. Di era digital yang menuntut kepraktisan, nasabah cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN untuk bertransaksi di kantor pos di seluruh Indonesia.

“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan,” tutur Nixon.

Hingga kini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang didukung oleh hampir 3.000 outlet atau kantor pos di seluruh Indonesia. 

Nixon mengatakan, dengan semakin luasnya daya jangkau BTN melalui jaringan Pos Indonesia, diharapkan semakin besar pula potensi dana masyarakat yang bisa terjaring dari sinergi ini.

Pos Indonesia adalah salah satu mitra strategis yang mendukung BTN dalam transformasi pendanaan ritelnya untuk semakin menumbuhkan dana murah. BTN berupaya menjawab tantangan di era digital dengan solusi keuangan komprehensif sehingga BTN dapat menjadi bank transaksional sehari-hari yang mumpuni di sisi teknologi.

“Kami berharap dapat lebih banyak mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produk dan layanan bersama Pos Indonesia, yang tidak hanya terbatas pada kerja sama di bidang funding. Dengan begitu, lebih banyak pelanggan Pos Indonesia yang dapat menikmati solusi keuangan yang ditawarkan BTN,” ujar Nixon.

Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menegaskan, kolaborasi BTN dan Pos Indonesia memiliki akar sejarah panjang dalam pelayanan publik. 

Kerja sama kedua BUMN ini telah berlangsung sejak awal dekade 1950-an dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

“Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos,” ujar Haris.

Menurut Haris, kekuatan utama Pos Indonesia terletak pada jaringan fisik yang luas serta tingkat kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun.

“Bagi masyarakat di banyak daerah, Kantorpos itu bukan hanya tempat kirim surat atau paket. Di sana ada fungsi layanan keuangan, layanan sosial, bahkan fungsi negara. Ini yang kemudian menjadi nilai tambah ketika kami bersinergi dengan BTN,” ujarnya.

Dalam momentum BTN x PosIND Festival 2026, Haris menyampaikan bahwa kedua pihak juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Layanan ini memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos.

“Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan,” katanya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE