BTN (BBTN) Cetak Laba Rp2,51 Triliun hingga Juli 2026, Tumbuh 40 Persen
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bersama, Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun hingga Juli 2026.
IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) bersama entitas anaknya, Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun hingga Juli 2026. Capaian tersebut melonjak 40 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,80 triliun.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari proses transformasi jangka panjang perseroan dari housing specialist menuju fase Beyond Mortgage.
“Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).
Lonjakan laba bersih perseroan ditopang penguatan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang mencapai Rp9,70 triliun atau tumbuh 5,23 persen yoy. Di saat yang sama, beban bunga berhasil ditekan 12,08 persen yoy menjadi Rp9,45 triliun. Kondisi tersebut mendorong laba operasional konsolidasi melesat 43,12 persen yoy menjadi Rp3,24 triliun.
Kinerja keuangan tersebut sejalan dengan ekspansi fungsi intermediasi bank. Total penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN tumbuh 11,88 persen yoy menjadi Rp421,66 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp455,27 triliun atau naik 13,58 persen yoy. Pertumbuhan DPK ditopang oleh deposito sebesar Rp241,47 triliun, giro Rp167,85 triliun, dan tabungan Rp45,95 triliun.
Seiring dengan penguatan fundamental bisnis, BTN turut memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat prasejahtera. Perseroan bermitra dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui program “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” untuk membedah 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo sepanjang 2026.
Nixon menegaskan komitmen perseroan untuk terus menyelaraskan pertumbuhan bisnis pembiayaan perumahan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kami percaya membangun rumah berarti membangun kehidupan. Karena itu, pertumbuhan BTN harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Kami akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sejalan dengan peran BTN dalam membangun ekosistem perumahan nasional,” kata Nixon.
(Rahmat Fiansyah)