Calon Deputi Gubernur BI Ini Janji Bakal Perluas Ekosistem Digital Pemda
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital di pemerintah daerah (pemda).
IDXChannel - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital di pemerintah daerah (pemda). Hal ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dicky mengungkapkan, saat ini 91,8 persen pemerintah daerah atau 501 dari total 546 pemda telah memiliki kemampuan digital. Namun, dia menilai penguatan literasi dan pemanfaatan ekosistem digital masih perlu terus didorong.
"Kemampuan memahami perluasan ekosistem secara digital ini perlu kita terus dorong," ujarnya saat menjalani fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Dia mengatakan, jika terpilih menjadi Deputi Gubernur BI, akan mempercepat digitalisasi pemda melalui platform Katalis yang sudah diluncurkan BI pada 31 Oktober 2025. Platform ini dirancang sebagai sarana sharing knowledge antar-pemda dalam pengembangan kapasitas dan literasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
Melalui Katalis, praktik terbaik dari satu daerah dapat direplikasi oleh daerah lain. Salah satunya terkait digitalisasi layanan Samsat, pembayaran pajak pembangunan dari kafe, pasar tradisional, hingga berbagai retribusi daerah yang dapat dilakukan melalui QRIS.
"Kalau mereka membayar dengan QRIS, otomatis akan masuk ke akun dan sekaligus ke akun Pemda. Semua tercatat secara akurat," katanya.
Selain penerimaan daerah, digitalisasi juga diarahkan pada sisi belanja pemerintah. Dicky menyebut pihaknya mendorong pengembangan marketplace kebutuhan pemda secara nasional yang terintegrasi dengan sistem pembayaran.
Meski saat ini sudah terdapat sistem pengadaan melalui LKPP, platform tersebut akan diperkuat dengan pendekatan bottom-up, yakni berdasarkan kebutuhan riil dari daerah.
"Semua spending bisa langsung terinterkoneksi dengan sistem pembayaran, sehingga outcome-nya optimal, efisiensi dan produktivitas pemda bisa diukur," ujar Dicky.
Menurut Dicky, keunggulan utama transformasi digital terletak pada ketersediaan data yang akurat dan real-time, sehingga tata kelola pendapatan dan belanja daerah dapat lebih optimal.
Dicky meyakini, dengan penguatan ekosistem digital tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dapat terwujud.
"Masa depan ekonomi digital Indonesia dibangun bukan hanya oleh teknologi, tetapi oleh tata kelola lokal yang kuat, kolaborasi berkelanjutan, serta digital talent yang mampu dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan," katanya.
(Dhera Arizona)