Hadapi Dinamika Likuiditas, BRI Jaga LDR 90,8 Persen dan Fokus Perkuat Dana Murah
BRI (BBRI) memastikan bahwa kondisi likuiditas perseroan maupun industri perbankan nasional berada pada level yang memadai memasuki semester II-2026.
IDXChannel - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memastikan bahwa kondisi likuiditas perseroan maupun industri perbankan nasional berada pada level yang memadai memasuki semester II-2026. Meski demikian, perseroan tetap menerapkan disiplin ketat dalam menyelaraskan laju pertumbuhan kredit dengan kapasitas penyerapan dana masyarakat.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno K menjelaskan bahwa gambaran likuiditas perbankan tecermin dari rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) industri yang bertengger di posisi 88,3 persen pada triwulan II-2026, sementara LDR BRI tercatat sebesar 90,8 persen.
"Kondisi likuiditas memang salah satu aspek yang sangat penting bagi sektor perbankan. Kalau teman-teman lihat Loan-to-Deposit Ratio industri itu saat ini di 88,3 persen di triwulan II-2026. Untuk Loan-to-Deposit Ratio BRI sendiri saat ini adalah 90,8 persen. Kenapa rasio ini penting? LDR ini sebenarnya menggambarkan bagaimana posisi likuiditas di industri selain ada rasio yang lain seperti LCR ya," ujar Viviana dalam Press Conference Pemaparan Kinerja BRI Triwulan II Tahun 2026, Senin (31/8/2026).
Viviana menekankan bahwa meskipun indikator kecukupan likuiditas saat ini berada pada posisi aman, manajemen BRI tetap mewaspadai potensi pergeseran dinamika pasar hingga penutupan tahun 2026.
"Kalau kita lihat angka tadi 88,3 persen, kemudian BRI-nya 90,8 persen, sebenarnya likuiditas perbankan nasional ini masih bisa kita katakan pada level yang memadai. Namun demikian, kita tentunya masih harus terus mewaspadai terkait dengan dinamika likuiditas sampai dengan akhir tahun," kata Viviana.
Untuk menjaga keseimbangan tersebut, BRI memfokuskan strategi pada penguatan porsi dana murah (Current Account Savings Account/CASA) serta optimalisasi hubungan dengan nasabah-nasabah utama (anchor client).
"Memasuki semester II-2026, kami akan terus menjaga likuiditas secara disiplin, terutama dengan menyelaraskan antara pertumbuhan kredit dan juga dengan kapasitas penghimpunan dana. Jadi strategi tersebut akan terus kita jalankan untuk memperkuat dana murah. Kita juga memiliki beberapa anchor client supaya struktur pendanaan kita tetap sehat dan efisien," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)