Hindari Bubble Properti, Vietnam Pangkas Target Pertumbuhan Kredit
Bank Sentral Vietnam memangkas target pertumbuhan kredit menjadi sekitar 15 persen pada tahun ini.
IDXChannel - Bank Sentral Vietnam memangkas target pertumbuhan kredit menjadi sekitar 15 persen pada tahun ini.
Dilansir dari CNA, Senin (12/1/2026), hal ini menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko stabilitas keuangan setelah lonjakan kredit yang tajam pada 2025.
Dalam pernyataan tertanggal 10 Januari, bank sentral menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit sistem perbankan tahun ini diproyeksikan berada di kisaran 15 persen.
Di Vietnam, target yang ditetapkan bank sentral umumnya diperlakukan sebagai pedoman sekaligus batas atas bagi perbankan dalam menyalurkan kredit.
Tahun lalu, pertumbuhan kredit Vietnam tercatat mencapai sekitar 20 persen seiring upaya pemerintah mendorong ekspansi ekonomi. Namun, laju yang tinggi tersebut memicu kekhawatiran para ekonom terkait potensi terbentuknya gelembung harga, khususnya di sektor properti.
Target baru ini lebih rendah dibandingkan target pada awal 2025 yang dipatok di level 16 persen sebelum kemudian dinaikkan di tengah tahun. Bank sentral tidak merinci target akhir yang diterapkan untuk tahun lalu.
Direktur Senior Fitch Ratings, Willie Tanioto, menilai kebijakan ini mencerminkan respons bank sentral terhadap dinamika pasar.
“Dalam pandangan kami, Bank Negara Vietnam menerima umpan balik pasar,” ujarnya.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, bank sentral juga meminta perbankan untuk memperketat pengawasan kredit ke sektor-sektor berisiko, termasuk real estate.
Saham beberapa perusahaan real estate jatuh minggu lalu setelah rumor mulai beredar tentang perubahan bank sentral yang akan segera terjadi pada kebijakan pinjamannya, kata pedagang saham
Saham Vinhomes, pengembang properti terbesar di Vietnam, tercatat turun 6,4 persen pada perdagangan Senin pagi, mendorong indeks sektor real estate yang melemah sekitar 5 persen. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)