BANKING

Ini Strategi BTN (BBTN) usai SMBC Indonesia Alihkan Portofolio Kredit Pensiun

Kunthi Fahmar Sandy 01/07/2026 14:48 WIB

BTN resmi mengelola layanan Pinjaman Pensiun dan Manfaat Pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia.

Ini Strategi BTN (BBTN) usai SMBC Indonesia Alihkan Portofolio Kredit Pensiun (FOTO:Dok BTN)

IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi mengelola layanan Pinjaman Pensiun dan Manfaat Pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia.

Kesepakatan ini dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian pengambilalihan portofolio kredit yang berlaku efektif per 29 Juni 2026 lalu.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, dengan akuisisi ini akan semakin memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan ekosistem layanan yang menyeluruh. Dia melanjutkan, ke depan perseroan memastikan transisi ini berjalan lancar dengan mengutamakan standar tata kelola perusahaan, sehingga kualitas layanan kepada nasabah pensiun tetap terjaga.

"BTN akan menghadirkan layanan perbankan yang semakin kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang masing-masing institusi," tuturnya dikutip Rabu (1/7/2026).

Dengan jaringan yang luas serta kapabilitas digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menghadirkan layanan bagi masyarakat di berbagai tahapan kehidupan. Lebih lanjut dia menyebut, komitmen BTN tidak berhenti pada membantu masyarakat memiliki rumah pertama, tetapi terus berlanjut hingga mendukung kesejahteraan nasabah memasuki masa pensiun.

"Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Kami ingin memperkuat perjalanan layanan BTN kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera. Bahkan bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah, BTN tetap siap menjadi mitra dalam mewujudkan impian tersebut," katanya.

Nixon menyebut, nantinya perseroan akan melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun. 

Dengan demikian, BTN dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah. Di sisi lain, BTN juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi intensif yang telah terjalin antara tim BTN dan SMBC Indonesia sejak tahun 2025 hingga mencapai tahap transaksi ini. 

Dia menegaskan bahwa seluruh tahapan pasca-transaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian (prudence) dan kepatuhan yang tinggi guna memastikan proses transisi berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi kedua institusi dan seluruh pemangku kepentingan.

Terkait teknis layanan, Nixon memastikan bahwa proses transisi dirancang agar berjalan mulus tanpa mengganggu hak-hak nasabah. "Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak-hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN," kata dia.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar menambahkan  transaksi ini merefleksikan komitmen perusahaan untuk menempatkan nasabah sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan strategis perusahaan. 

Henoch menambahkan bahwa transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia untuk semakin memfokuskan sumber daya dan investasi perusahaan pada pengembangan layanan bagi segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah, serta korporasi. “Dengan dukungan Grup SMBC, serta melalui Jenius dan anak usaha kami, BTPN Syariah, dan Grup OTO, SMBC Indonesia akan terus menghadirkan solusi keuangan yang semakin inovatif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE