BANKING

Jumlah Tabungan BSI (BRIS) Catatkan Rekor Pertumbuhan Tertinggi 20,18 Persen

Rohman Wibowo 12/05/2026 16:55 WIB

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat, total dana tabungan menembus angka Rp160 triliun hingga kuartal I-2026, tumbuh 20,18 persen secara tahunan.

Jumlah Tabungan BSI (BRIS) Catatkan Rekor Pertumbuhan Tertinggi 20,18 Persen. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat, total dana tabungan menembus angka Rp160 triliun hingga kuartal I-2026, tumbuh 20,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian ini digadang-gadang melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional maupun sesama bank syariah lainnya. Lonjakan dana murah tersebut tidak lepas dari agresivitas perseroan dalam berekspansi menggaet basis nasabah baru. 

"Di tengah situasi makro ekonomi, jumlah tabungan BSI mencatat rekor pertumbuhan tertinggi yaitu sekitar 20 persen secara year-on-year. Menariknya, ini pertama kali kita lihat bahwa di kuartal I yang biasanya tabungan turun, justru mengalami kenaikan," ujar Direktur Utama BSI (BRIS) Anggoro Eko Cahyo dalam paparan kinerja perseroan kuartal I-2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026).

Secara spesifik, performa tabungan ini ditopang kuat oleh segmen tabungan haji yang terus menjadi primadona. Hingga Maret 2026, jumlah rekening tabungan haji BSI telah melonjak drastis mencapai 7,25 juta rekening.

Berkat antusiasme publik tersebut, total dana pihak ketiga (DPK) dari ekosistem haji dan umrah sukses menyentuh angka Rp15,6 triliun.

"Kami juga melihat peran generasi muda yang semakin dominan. Ini menarik, karena nasabah tabungan haji usia 21 sampai 40 tahun itu terlihat mencapai 1,2 juta. Jadi ini meningkatkan atau kita bisa lihat bahwa kesadaran masyarakat untuk ibadah sejak dini sudah mulai terlihat karena komposisi usia mudanya meningkat," kata dia.

Anggoro menuturkan soal strategi bisnis yang tepat sasaran dapat membuat masyarakat semakin percaya menitipkan dananya untuk merencanakan ibadah. Kepemilikan lisensi eksklusif sebagai bank syariah terbesar menjadi kunci utama keunggulan kompetitif perseroan.

"Penambahan nasabah kita yang sangat agresif terlihat dari peningkatan jumlah nasabah tabungan haji yang mencapai rekor tertinggi. Tentu ini menjadi istimewa yang menggambarkan dalam lima tahun terakhir sudah sembilan juta lebih nasabah baru bergabung," ujar Anggoro.

Selain tabungan haji, mesin pertumbuhan baru dari lini bisnis emas turut memberikan kontribusi masif. Ekspansi layanan tabungan emas digital ternyata sangat diminati publik karena menembus hampir 900 ribu nasabah di kuartal I-2026, dan secara fenomenal menembus 1 juta nasabah pada April 2026.

Anggoro menekankan soal derasnya aliran dana murah dari ekosistem investasi logam mulia ini langsung mendongkrak performa perusahaan. Status sebagai satu-satunya bullion bank di Tanah Air membuat BSI mendominasi segmentasi pasar dan bisnis bank emas.

"Mesin baru kita yaitu bank emas menunjukkan data signifikan dengan jumlah penabung yang tembus satu juta nasabah, padahal baru setahun kita jual. Ini menggambarkan bahwa keunikan BSI menjadi engine pertumbuhan nasabah yang berujung pada sustainability kinerja," ujarnya.

Alhasil, kata Anggoro, kuatnya fundamental dana murah langsung memengaruhi rasio profitabilitas. BSI meraup laba bersih di atas Rp2 triliun dalam satu kuartal, sementara Return on Equity (ROE) perusahaan ikut terkerek ke level 19,4 persen.

Dia menyampaikan, capaian tingkat pengembalian ekuitas ini merupakan rekor tertinggi sejak BSI berdiri lima tahun silam. Kondisi ini membuktikan tingginya efisiensi manajemen dalam mencetak laba sekaligus menggenjot pendapatan non-bunga.

"BSI mencatat pertumbuhan profit tertinggi di antara bank-bank besar, dan pertama kali dalam sejarah BSI satu kuartal profit kita lebih dari Rp2 triliun. Hal ini juga berdampak terhadap peningkatan fee-based income kita yang tumbuh 22,3 persen, utamanya dari bisnis emas," kata dia.

(Dhera Arizona)

SHARE