Ketua The Fed Berencana Kurangi Jumlah Pertemuan Suku Bunga
Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh sedang mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi pertemuan kebijakan terjadwal bank sentral itu.
IDXChannel - Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh sedang mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi pertemuan kebijakan terjadwal bank sentral itu.
Dilansir dari New York Times pada Sabtu (1/8/2026), Warsh dikabarkan mengajukan usulan untuk mengubah frekuensi pertemuan pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu ini.
Saat ini, para pembuat kebijakan The Fed bertemu delapan kali setahun selama dua hari, setelah itu mereka mengumumkan keputusan kebijakan mereka.
Pengurangan jumlah pertemuan akan menjadi perubahan signifikan bagi bank sentral Amerika Serikat (AS). Kabar ini muncul saat banyak investor mengkritik sikap Warsh yang enggan memberikan panduan kepada pasar tentang arah suku bunga, dan ketika The Fed menghadapi tekanan untuk berbuat lebih banyak untuk mengekang inflasi.
Warsh, yang mengambil alih kepemimpinan The Fed pada bulan Mei, telah mengisyaratkan bahwa ia bermaksud untuk membawa sejumlah perubahan, termasuk mengurangi jumlah konferensi pers yang diadakan setelah keputusan kebijakan. Ia juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas untuk merombak cara The Fed menjalankan kebijakan moneter di berbagai aspek, mulai dari komunikasi hingga pengumpulan data.
Berdasarkan aturan prosedur FOMC, pertemuan diadakan setidaknya empat kali setahun di Washington, atau bahkan lebih.
"Pertemuan diadakan atas panggilan Ketua Dewan atau atas permintaan tiga anggota Komite," menurut prosedur FOMC.
The Fed juga secara berkala mengadakan pertemuan yang tidak terjadwal selama masa-masa gejolak ekonomi dan pasar, seperti awal pandemi Covid pada 2020.
Komite penetapan suku bunga The Fed terdiri dari 12 anggota: tujuh pejabat di Dewan Gubernur The Fed di Washington, termasuk Warsh; presiden The Fed New York, yang menjabat sebagai wakil ketua FOMC; dan empat dari 12 presiden bank regional The Fed, yang secara bergantian menjadi anggota yang memiliki hak suara setiap tahunnya. (Wahyu Dwi Anggoro)