Konflik Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Rupiah Bergerak Sesuai Fundamental
BI memastikan akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai langkah intervensi di tengah memanasnya konflik timur tengah.
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memastikan akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai langkah intervensi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pada perdagangan Senin (2/3/2026), nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp16.800 per USDS. Tekanan tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga mayoritas mata uang Asia yang terdepresiasi terhadap dolar AS.
"Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Erwin Gunawan, dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).
Erwin menjelaskan, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat ke Iran telah memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman.
Sebagai respons, BI terus bersiaga di pasar melalui berbagai instrumen intervensi, mulai dari transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, hingga intervensi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
“BI juga akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga,” kata Erwin.
Pada sesi perdagangan Senin pagi, depresiasi rupiah tercatat sebesar 0,27 persen ke level Rp16.823 per USD.
Di sisi lain, harga emas global melonjak 1,32 persen ke level USD5.340 per ons, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Sentimen serupa juga menekan pasar saham Asia Pasifik, di mana indeks Nikkei 225 turun 1,76 persen pada awal perdagangan hari ini.
(DESI ANGRIANI)