Laba Superbank (SUPA) Capai Rp142 Miliar hingga April 2026
SUPA membukukan laba sebelum pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp142 miliar, tumbuh 1.528,8 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
IDXChannel - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba sebelum pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp142 miliar, tumbuh 1.528,8 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan prudent pascaIPO pada Desember 2025.
Pertumbuhan bisnis Superbank terus didorong oleh ekspansi yang kuat di berbagai lini utama. Adapun total aset meningkat 71,5 persen YoY menjadi Rp24,0 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh 55,4 persen YoY.
"Pertumbuhan kredit ini salah satunya ditopang oleh semakin luasnya penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) melalui berbagai touchpoint strategis dalam ekosistem digital," kata manajemen dikutip keterangan tertulis Jumat (22/5/2026).
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 98,4 persen YoY menjadi Rp15,1 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan inovasi Superbank.
Sementara itu, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 84,5 persen YoY
menjadi Rp671 miliar, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang sehat dan efisiensi operasional berbasis digital-first.
Momentum pertumbuhan ini juga diperkuat oleh semakin dalamnya integrasi Superbank dengan ekosistem digital para pemegang sahamnya. Superbank terus menghadirkan layanan perbankan yang seamless dan relevan bagi kebutuhan nasabah melalui berbagai
inovasi berbasis ekosistem, termasuk peluncuran ‘Kartu Untung’ bersama KakaoBank serta integrasi PAS yang kini memungkinkan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO mengakses layanan pinjaman secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi atau
mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.
Inovasi ini melengkapi berbagai integrasi strategis sebelumnya, seperti pembukaan rekening langsung di aplikasi Grab sejak Juni 2024 serta ‘OVO Nabung by Superbank’, yang terus memperluas akses layanan keuangan digital secara aman, praktis, dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.
Seperti diketahui Grab, salah satu pemegang saham utama Superbank, mengumumkan akan melakukan konsolidasi keuangan Superbank.
Langkah ini dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. (GXS Bank), bank digital terkemuka asal Singapura yang dimiliki dan didukung oleh konsorsium Grab dan
Singtel.
Setelah transaksi ini selesai, kepemilikan saham Grab di Superbank secara langsung dan tidak langsung akan meningkat menjadi lebih dari 50 persen, sehingga laporan keuangan Superbank akan terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab.
Seperti diketahui, Grab telah menjadi investor di Superbank sejak tahun 2022, dan transaksi ini semakin memperkuat komitmen jangka panjangnya di Superbank.
Dengan dukungan skala ekosistem Grab dan OVO yang luas di seluruh layanan ride-hailing, pengantaran makanan, dan pembayaran digital, Superbank memiliki keunggulan untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik bagi nasabah Superbank maupun pengguna dalam ekosistem Grab.
Sebagai bagian dari ekosistem pemegang saham, Superbank dan Grab akan terus memperkuat kolaborasi strategis berbasis teknologi dan inovasi guna memperluas akses layanan keuangan digital yang aman, relevan, dan inklusif bagi masyarakat di Asia Tenggara.
Terlepas dari konsolidasi ini, Singtel tetap berkomitmen sebagai investor strategis untuk mendukung GXS Bank dan Superbank dalam mendorong inovasi serta memperluas inklusi keuangan bagi jutaan rakyat Indonesia
(kunthi fahmar sandy)