BANKING

LPS Sebut 15 Juta Warga RI Usia Produktif Tak Punya Rekening Bank

Rohman Wibowo 08/05/2026 01:00 WIB

LPS mengungkapkan hingga saat ini masih ada 15 juta warga Indonesia dengan usia produktif yang tidak mempunyai rekening bank.

LPS mengungkapkan hingga saat ini masih ada 15 juta warga Indonesia dengan usia produktif yang tidak mempunyai rekening bank. (Foto: Ist)

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan hingga saat ini masih ada 15 juta warga Indonesia dengan usia produktif yang tidak mempunyai rekening bank. Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa akses dan literasi keuangan belum sepenuhnya merata.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu menyebut, pihaknya terus menggencarkan literasi keuangan, khususnya perbankan kepada masyarakat.

"Sampai saat ini masih terdapat 15 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang belum memiliki rekening bank," kata di Jakarta, Kamis (7/5/2026). 

Meski angkanya besar, kata dia, jumlahnya turun sekitar 3 juta dibandingkan tahun lalu. Mantan Wakil Menteri Keuangan itu menegaskan, saat ini menyimpan uang di bank tergolong aman karena dijamin LPS maksimal Rp2 miliar per rekening.

LPS juga terus menjaga kepercayaan nasabah dan ikut serta dalam sinergi stabilitas sistem keuangan dengan pelaksanaan program penjaminan dan resolusi bank yang optimal dan efisien. 

"Dari sisi penjaminan, cakupan jumlah rekening yang dijamin tetap berada di atas 90 persen aman untuk bank umum maupun BPR dan BPRS," Anggito.

Hingga Maret 2026, kata Anggito, sekitar 50 persen dana simpanan di bank masih mendapatkan bunga di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS. Meski tinggi, suku bunga yang diberikan itu menunjukkan tren penurunan secara bertahap lintas kelompok deposan dan kelompok bank. 

"LPS bersama dengan anggota KSSK terus berupaya mendorong langkah penyesuaian suku bunga simpanan agar tetap selaras dengan TBP atau tingkat bunga penjaminan sehingga dapat memperkuat transmisi kebijakan ke penurunan suku bunga kredit dan efektivitas fungsi intermediasi perbankan," kata Anggito.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE