BANKING

Maybank Indonesia Fasilitasi Pelaku Industri Percepat Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon

Shifa Nurhaliza Putri 01/07/2026 14:40 WIB

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Group, terus memperkuat komitmennya terhadap agenda keberlanjutan di tingkat ASEAN.

Maybank Indonesia Fasilitasi Pelaku Industri Percepat Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon. (Foto: Doc Maybank Indonesia)

IDXChannel — PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Group, terus memperkuat komitmennya terhadap agenda keberlanjutan di tingkat ASEAN dengan memfasilitasi pelaku industri di Tanah Air untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 yang mempertemukan pemangku kepentingan utama dalam sustainable finance, yaitu regulator, pelaku jasa keuangan dan pelaku industri. 

Forum yang pertama kali digelar oleh Maybank Indonesia tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dan panelis kunci, dan sejumlah keynote speaker, yaitu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Herman Saheruddin, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan dihadiri oleh kalangan pelaku industri.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, transisi menuju ekonomi rendah karbon semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha di tengah meningkatnya tuntutan dekarbonisasi, pengelolaan risiko iklim, dan target Net Zero Emission (NZE).

“Sebagai institusi keuangan yang berkomitmen mendukung agenda keberlanjutan melalui implementasi sustainable finance, kami mendorong pelaku industri untuk dapat mengelola risiko, menangkap peluang pertumbuhan, serta mengakses solusi pembiayaan yang mendukung transformasi bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku industri, guna membahas tantangan dalam implementasi sustainable finance serta peluang investasi ekonomi hijau.

Forum tersebut dibuka dengan sesi investment outlook yang membahas dampak perkembangan ekonomi dan geopolitik global terhadap prospek pertumbuhan Indonesia, strategi mobilisasi modal swasta untuk mempercepat investasi transisi, serta peran ekonomi rendah karbon dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang. 

Sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, Maybank Indonesia secara resmi memperkenalkan Sustainable Shariah Restricted Investment Account (SRIA). 

Melalui solusi ini, nasabah tidak hanya memperoleh manfaat dari instrumen investasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembiayaan proyek-proyek hijau yang mendorong transisi energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Produk ini mencerminkan keyakinan Maybank Indonesia bahwa bisnis yang bertanggung jawab dan imbal hasil yang bermakna bukan dua hal yang bertentangan melainkan dua tujuan yang sejalan. Keberadaan Sustainable SRIA menegaskan posisi Maybank Indonesia yang terus berinovasi dalam menghadirkan solusi investasi yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dan keberlanjutan di pasar Indonesia.

Steffano menegaskan bahwa integrasi isu keberlanjutan ke dalam lanskap finansial bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan regulasi (compliance), melainkan instrumen utama dalam menjaga daya saing bisnis baik di pasar nasional dan global. 

Dalam kesempatan tersebut, Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, mengatakan bahwa diskusi yang berlangsung pada hari ini menegaskan satu pesan penting, yaitu transisi menuju ekonomi berkelanjutan bukan lagi agenda masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha. 

“Meskipun perjalanan transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak akan mudah, meningkatnya kesadaran pemangku kepentingan akan isu tersebut juga menghadirkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing industri, serta penciptaan nilai jangka panjang. Di Maybank, kami berkomitmen untuk menjalankan peran kami. Maybank telah menetapkan target mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar RM300 miliar hingga 2030 (setara dengan Rp1.314 triliun, asumsi kurs RM1=Rp4.380), dan tetap berkomitmen untuk terus mendukung nasabah, industri, serta perekonomian di seluruh ASEAN dalam perjalanan transisi tersebut," ujarnya.

Di Indonesia, peran untuk mendorong percepatan transisi tersebut juga secara konsisten dijalankan oleh Maybank Indonesia. Sejalan dengan misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia hadir bukan sekadar sebagai penyedia layanan keuangan, melainkan juga sebagai mitra strategis yang memberdayakan pelaku industri untuk menciptakan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE