Melambat dari Bulan Sebelumnya, Uang Primer BI Tumbuh 16,8 Persen pada Maret 2026
Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,3 persen (yoy).
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat Uang Primer (M0) Adjusted pada Maret 2026 tumbuh 16,8 persen (year on year/yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.396,5 triliun.
Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,3 persen (yoy).
"Perkembangan ini didorong meningkatnya pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 41,8 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 8,6 persen (yoy)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
Perlu diketahui, Uang Primer (M0) adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
Uang Primer Adjusted adalah Uang Primer yang disesuaikan dengan nominal giro bank berdasarkan ketentuan GWM (reserve ratio) dikalikan dengan DPK pada tiap periode.
Pada publikasi Januari 2025, dilakukan penyesuaian perhitungan Uang Primer Adjusted dan dilakukan revisi data sejak Januari 2020.
Mulai Januari 2025, penyajian statistik M0 adjusted tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
(NIA DEVIYANA)