BANKING

Merger BUMN Asuransi Bakal Diselesaikan 2026, IFG Jadi Induk

Rohman Wibowo 18/06/2026 10:40 WIB

BP BUMN bersama Danantara menargetkan proses merger seluruh perusahaan asuransi milik negara akan rampung sepenuhnya pada tahun 2026.

BP BUMN bersama Danantara menargetkan proses merger seluruh perusahaan asuransi milik negara akan rampung pada 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel -Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara menargetkan proses penggabungan (merger) seluruh perusahaan asuransi milik negara akan rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Indonesia Financial Group (IFG) bakal menjadi induk (holding) dari BUMN asuransi.

Langkah strategis ini ditempuh sebagai komitmen bersama untuk merestrukturisasi industri keuangan pelat merah agar menjadi lebih solid, efisien, dan memiliki daya tahan yang kokoh dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global.

Proses integrasi asuransi pelat merah ini dirancang secara matang guna menciptakan struktur bisnis yang jauh lebih efisien. Danantara secara aktif mengawal setiap tahapan konsolidasi agar target penyelesaian penyatuan entitas ini tercapai tepat waktu pada akhir tahun tersebut.

"BP BUMN dan Danantara menargetkan proses merger perusahaan asuransi BUMN di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) tuntas pada tahun 2026," kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria dalam keterangan resmi dikutip Kamis (18/6/2026).

Untuk mengejar tenggat waktu tersebut, Dony menggelar pertemuan khusus dengan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, pada Rabu (17/6/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk mengevaluasi peta jalan penataan serta mengurai berbagai tantangan teknis dalam proses penggabungan portofolio asuransi yang bernaung di bawah holding IFG tersebut.

Langkah penataan asuransi BUMN di bawah naungan IFG ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem bisnis yang jauh lebih sehat, transparan, dan kompetitif. Untuk itu, pembahasan intensif kedua belah pihak diprioritaskan pada penuntasan aspek integrasi bisnis secara menyeluruh, penguatan tata kelola, pemenuhan kecukupan modal baru, serta maksimalisasi sinergi antarentitas asuransi.

Melalui restrukturisasi ini, pemerintah optimistis dapat membangun industri asuransi nasional yang berdaya saing global. Ekosistem keuangan baru yang terbentuk nantinya diharapkan mampu memitigasi risiko sistemik sekaligus memberikan perlindungan yang lebih andal bagi masyarakat luas.

"Melalui langkah ini, BP BUMN dan Danantara mendorong terbentuknya industri gabungan asuransi yang lebih kuat, kompetitif, dan mampu mendukung kebutuhan perlindungan serta pembangunan ekonomi nasional secara keberlanjutan," kata Dony.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE