BANKING

OCBC (NISP) Bukukan Laba Rp2,7 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tumbuh 11 Persen

Rahmat Fiansyah 01/08/2026 01:00 WIB

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun pada semester I-2026.

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun pada semester I-2026. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang sama-sama meningkat 11 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Hingga Juni 2026, total kredit OCBC mencapai Rp185,3 triliun, naik 11 persen YoY. Di saat yang sama, total DPK meningkat menjadi Rp239,9 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 26 persen YoY menjadi Rp145,2 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 60,5 persen.

Dari sisi pendapatan, OCBC membukukan total pendapatan sebesar Rp6,9 triliun atau naik 6 persen YoY. Sementara itu, beban operasional lainnya hanya meningkat 1 persen YoY menjadi Rp3,1 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, total aset OCBC meningkat 11 persen menjadi Rp329,5 triliun per Juni 2026. Adapun total ekuitas tumbuh 8 persen menjadi Rp44,4 triliun, mencerminkan fundamental permodalan yang semakin kuat untuk menopang ekspansi bisnis.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengatakan kinerja positif pada semester pertama tahun ini semakin memperkuat fondasi Perseroan untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Kami terus meningkatkan kapabilitas dalam melayani kebutuhan nasabah, termasuk wealth management yang terus berkembang di Indonesia. Dengan kapabilitas yang semakin terintegrasi dan didukung kekuatan ekosistem Grup OCBC, kami berfokus menjadi mitra keuangan jangka panjang bagi nasabah dalam mengelola dan menumbuhkan aset secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi permodalan dan likuiditas, OCBC mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,1 persen dan rasio kecukupan likuiditas (LCR) sebesar 233,2 persen per Juni 2026. Perseroan menilai posisi tersebut memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kualitas aset juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (gross non-performing loan/NPL) bruto berada di level 1,9 persen, sedangkan loan at risk (LaR) membaik menjadi 4,8 persen dari 5,5 persen pada tahun sebelumnya. OCBC juga mencatat rasio pencadangan NPL sebesar 230 persen.

Di sisi digital, total nilai transaksi melalui e-channel meningkat 15 persen YoY pada semester I-2026. Jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile untuk nasabah individu naik 6 persen YoY, sedangkan pengguna aktif OCBC Business untuk nasabah korporasi tumbuh 23 persen YoY.

OCBC juga terus memperkuat bisnis wealth management sejalan dengan aspirasi Larger Scale, Deeper Expertise, Greater Impact. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Wealth Report sebagai bagian dari layanan Wealth Discovery, yang menyediakan data dan wawasan bagi nasabah dalam menyusun perencanaan keuangan dan menentukan pilihan investasi melalui OCBC Mobile. 

(Rahmat Fiansyah)

SHARE