OJK Terbitkan 7 Izin Baru Sepanjang 2026, Total Perusahaan Gadai Capai 229
Pihaknya telah merilis tujuh izin operasional baru untuk perusahaan pergadaian sepanjang 2026.
IDXChannel - Industri pegadaian nasional terus mencatatkan ekspansi seiring langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kembali memberikan legalitas usaha bagi sejumlah entitas baru pada tahun ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan pihaknya telah merilis tujuh izin operasional baru untuk perusahaan pergadaian sepanjang 2026.
"Saat ini terdapat 229 perusahaan pegadaian yang berizin OJK," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).
Terkait prospek ke depan, Agusman memperkirakan peluang masuknya perizinan baru bagi pelaku usaha gadai masih terbuka lebar.
Pertambahan pemain di sektor ini dipandang berkontribusi positif dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak permodalan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Ini menunjukkan adanya persaingan yang sehat sesuai dengan masing-masing segmen pasar yang dituju," ujar dia.
OJK memandang industri pegadaian memegang peranan krusial sebagai saluran alternatif pembiayaan masyarakat dengan sistem berbasis agunan. Laju pergerakan bisnis ini dipicu oleh beragam faktor, terutama tingginya kebutuhan likuiditas dana segar yang cepat bagi masyarakat.
Atas dasar itu, dia menekankan pentingnya menjaga tren pertumbuhan industri pergadaian agar tetap berada pada koridor yang sehat dan berkesinambungan, dengan berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian-hatian, manajemen risiko yang ketat, serta tata kelola yang akuntabel.
Kondisi tersebut tercermin pula dari pertumbuhan kinerja sektor pergadaian yang melaju pesat. OJK mencatat total penyaluran pembiayaan industri ini telah menembus Rp156,61 triliun per Agustus 2026, atau melesat 44,60 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).
Secara terperinci, Agusman membeberkan bahwa portofolio terbesar masih ditopang oleh produk gadai konvensional dengan nilai mencapai Rp132,84 triliun, atau menguasai porsi 84,82 persen dari keseluruhan pembiayaan yang disalurkan industri.
Sejalan dengan lonjakan pembiayaan, total aset industri pergadaian per Agustus 2026 turut terdongkrak hingga menyentuh Rp187,98 triliun, melonjak 44,78 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
(kunthi fahmar sandy)