BANKING

Pembiayaan Mobil Turun, OJK Dorong Multifinance Rombak Strategi Pemasaran

Rohman Wibowo 16/09/2026 08:22 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti kinerja penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh industri pembiayaan atau multifinance.

Pembiayaan Mobil Turun, OJK Dorong Multifinance Rombak Strategi Pemasaran. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti kinerja penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh industri pembiayaan atau multifinance yang mengalami kontraksi pada awal semester kedua tahun ini. Pelemahan pembiayaan tersebut terjadi di tengah pergeseran preferensi konsumen serta penyesuaian skema kredit di sektor otomotif.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menekankan soal kelesuan penyaluran kredit kendaraan roda empat oleh industri perusahaan pembiayaan menjadi perhatian regulator di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. 

Otoritas menilai penurunan nilai pembiayaan tersebut tidak serta-merta menandakan adanya peralihan transaksi konsumen ke skema tunai.

"Pada Juli 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat oleh multifinance terkontraksi 2,43 persen yoy menjadi Rp230,92 triliun, yang dipengaruhi antara lain oleh preferensi konsumen dan perkembangan pembiayaan kendaraan," ujar Agusman dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (16/9/2026).

Adapun penurunan paling mencolok terjadi pada segmen mobil bekas konvensional berbasis bahan bakar minyak, di mana portofolio pembiayaannya terkoreksi 4,52 persen secara tahunan menjadi Rp86,25 triliun. 

Seturut itu, tren berbeda justru ditunjukkan oleh pasar mobil ramah lingkungan second, di mana penyaluran kredit untuk kendaraan listrik maupun hibrida bekas meroket 103,06 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1,52 triliun.

Meski menghadapi tren pelambatan secara umum, industri pembiayaan dinilai masih menyimpan ceruk pertumbuhan yang belum tergarap optimal. Regulator meminta para pelaku usaha segera merombak strategi pemasarannya agar mampu menjawab pergeseran selera konsumen otomotif modern.

"Pembiayaan kendaraan masih menghadapi tantangan, sehingga ke depan multifinance perlu memperkuat diversifikasi produk, meningkatkan kualitas layanan, serta menyesuaikan skema pembiayaan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen dengan tetap memperhatikan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan pelindungan konsumen," ujar Agusman.

(NIA DEVIYANA)

SHARE