BANKING

Pemerintah Siapkan Rp3,8 Triliun, 76 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis

Anggie Ariesta 23/09/2026 13:59 WIB

Pemerintah tengah menyiapkan program pembuatan rekening secara massal bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas.

Pemerintah Siapkan Rp3,8 Triliun, 76 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Pemerintah tengah menyiapkan program pembuatan rekening secara massal bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Anggaran yang disiapkan untuk menjalankan program tersebut mencapai Rp3,8 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Nantinya, setiap rekening akan diberikan saldo awal sebesar Rp50 ribu.

“Rekening gratis, kami sudah laporkan Presiden, bahwa rekening gratis ini dari hasil rekap itu ada sekitar yang di atas usia 17 tahun, belum punya rekening ada jumlah tertentu,” ujar Airlangga saat ditemui usai acara Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Airlangga menjelaskan, berdasarkan perhitungan sementara, penerima program tersebut ditaksir mencapai 76 juta masyarakat berusia di atas 17 tahun. Perhitungan tersebut berasal dari anggaran Rp3,8 triliun yang dibagi dengan alokasi Rp50 ribu untuk setiap rekening.

“(Jumlah penerima) iya tinggal dibagi saja, Rp3,8 triliun dibagi Rp50 ribu,” katanya.

Sebelumnya, Airlangga menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan program pembuatan rekening secara massal bersama dua bank Himbara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Program tersebut dijalankan berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus literasi keuangan masyarakat.

Adapun untuk pendataan calon penerima manfaat, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah melakukan sinkronisasi data.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE