BANKING

Pengeluaran Wisman saat Berkunjung ke RI Turun, BI Gencarkan Perluasan Konektivitas QRIS

Iqbal Dwi Purnama 26/09/2026 15:03 WIB

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan nilai belanja wisatawan selama berada di Indonesia.

Pengeluaran Wisman saat Berkunjung ke RI Turun, BI Gencarkan Perluasan Konektivitas QRIS. (Foto Iqbal Dwi/IMG)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menyoroti adanya ketidakseimbangan antara peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan rata-rata pengeluaran atau tourist spending yang justru mengalami tren penurunan.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman mengatakan, jumlah kunjungan wisman dalam tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan nilai belanja wisatawan selama berada di Indonesia.

"Dalam kita berbicara tentang wisatawan mancanegara, tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang baik. Tetapi kalau kita lihat, spending atau pengeluaran dari turis ternyata mengalami penurunan," kata Aida dalam acara FEKDI X IFSE di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Dia memaparkan, jumlah kunjungan wisman meningkat dari 11,68 juta kunjungan pada 2023 menjadi 13,9 juta pada 2024, kemudian kembali naik menjadi 15,39 juta pada 2025.

Namun, kenaikan jumlah kunjungan tersebut berbanding terbalik dengan rata-rata tourist spending. Pengeluaran rata-rata wisman tercatat sekitar USD1.374 pada 2023, naik tipis menjadi USD1.392 pada 2024, sebelum turun menjadi USD1.267 pada 2025.

"Kalau kita lihat, spending atau pengeluaran dari turis ternyata mengalami penurunan. Pernah hampir USD1.400 per orang, sekarang berada di bawah USD1.300 per orang," kata Aida. 

Menurutnya, digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas lintas negara, baik mobilitas orang, barang maupun jasa. Padahal, Indonesia memiliki modal yang kuat melalui kekayaan alam, keindahan destinasi wisata, serta kekayaan budaya.

Dalam konteks pariwisata, salah satu instrumen yang dapat mendukung kemudahan transaksi wisatawan asing adalah perluasan konektivitas QRIS Antarnegara. Hingga Agustus 2026, transaksi inbound QRIS Antarnegara telah mencapai sekitar Rp4,6 triliun.

Meski demikian, cakupan QRIS Antarnegara saat ini baru mencakup sekitar 39,77 persen wisman, sehingga masih terdapat sekitar 60,23 persen wisman yang berasal dari negara yang belum terhubung dengan sistem tersebut.

Perluasan konektivitas pembayaran digital antarnegara dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk mempermudah wisatawan melakukan transaksi selama berada di Indonesia, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan tourist spending dan penerimaan devisa dari sektor pariwisata.

(Dhera Arizona)

SHARE