BANKING

Peningkatan Literasi Pendanaan Digital Mahasiswa UNS Lewat MoneyFestasi bersama OVO Finansial

Niko Prayoga 21/05/2026 19:38 WIB

Namun, Mekhdi juga menekankan bahwa inklusivitas ini perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan digital yang baik.

Peningkatan Literasi Pendanaan Digital Mahasiswa UNS Lewat MoneyFestasi bersama OVO Finansial. (Foto Niko/IMG)

IDXChannel - Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) antusias mengikuti sesi MoneyFestasi, bertajuk 'Fintech The Future: Membangun Literasi dan Keamanan Pendanaan Digital Generasi Muda'. Program talkshow yang berkolaborasi dengan Fintech Academy by OVO Finansial (PT Indonusa Bara Sejahtera) ini menghadirkan diskusi seputar literasi keuangan digital, keamanan data pribadi, hingga risiko pinjaman online ilegal di kalangan generasi muda.

Tiga narasumber hadir membagikan insight kepada mahasiswa dalam sesi tersebut, yaitu Dosen FEB UNS sekaligus Peneliti UNS Fintech Center Dila Maghrifani, Financial Planner Debora Aprianita, serta Head of Public Affairs OVO Finansial Mekhdi Ibrahim Johan.

Mekhdi menilai generasi muda, khususnya mahasiswa, saat ini sangat dekat dengan layanan finansial digital, atau yang sering disebut sebagai fintech. Banyak dari mereka yang sudah menggunakan berbagai macam layanan fintech dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau melihat perkembangan kini saat ini, kami melihat generasi muda sudah sangat dekat dengan layanan finansial digital dalam kesehariannya. Mulai dari pembayaran cashless, transportasi online, sampai akses layanan pendanaan digital,” ujar Mekhdi saat diwawancarai, Rabu (20/5/2026).

Fenomena tersebut menjadi satu hal positif yang menjadi indikator bahwa layanan keuangan digital semakin inklusif, termasuk untuk anak-anak muda. Namun, Mekhdi juga menekankan bahwa inklusivitas ini perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan digital yang baik.

Melalui rangkaian roadshow MoneyFestasi yang berkolaborasi dengan Fintech Academy, iNews Media Group Campus Connect bersama OVO Finansial terus mendorong peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda yang merata di berbagai daerah, sekaligus memperkuat pemahaman untuk memahami risiko di balik kemudahan yang ditawarkan layanan fintech.

Dalam sesi diskusi, para narasumber juga membahas berbagai risiko kejahatan keuangan digital seperti fraud digital, social engineering, sampai penggunaan pinjaman online ilegal.

Kini, banyak risiko penggunaan layanan keuangan yang tidak resmi, seperti pinjaman online ilegal. Ia Mengingatkan agar generasi muda tidak tergiur dengan hal-hal yang instan dalam mengakses layanan keuangan dan perlu senantiasa menjaga data pribadi. Generasi muda dapat menggunakan layanan keuangan yang legal dan telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Mekhdi juga mengingatkan agar mahasiswa bisa memahami kemampuan finansial mereka sebelum menggunakan layanan keuangan maupun pendanaan digital. Gunakan layanan sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa melakukan pembayaran kembali dengan baik. 

“Pada akhirnya, teknologi finansial bisa memberikan manfaat besar kalau digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Mekhdi.

(Dhera Arizona)

SHARE