Penuhi Target OJK, Anak Usaha Dapen BNI Asuransi Tripakarta Bidik Ekuitas Rp1 Triliun di 2028
PT Asuransi Tri Pakarta (Tripakarta) anak usaha Dana Pensiun Bank BNI, membidik target penguatan permodalan dengan ekuitas mencapai Rp1 triliun pada 2028.
IDXChannel - PT Asuransi Tri Pakarta (Tripakarta) anak usaha Dana Pensiun Bank BNI, membidik target penguatan permodalan dengan ekuitas mencapai Rp1 triliun pada 2028.
Pemenuhan target modal minimum yang diwajibkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut diproyeksikan tercapai secara mandiri melalui pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan akumulasi laba operasional perseroan.
Tripakarta adalah anak usaha atau bagian dari portofolio investasi Dana Pensiun BNI (DPBNI), dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 62,86 persen hingga 62,90 persen, dan juga bersinergi erat sebagai bagian dari grup PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Direktur Utama Dapen BNI Asmorohadi menyoroti ketahanan finansial Tripakarta yang konsisten mencatatkan pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir (2021–2025). Kinerja solid tersebut berhasil dipertahankan perseroan kendati industri menghadapi tantangan klaim dan proses transisi standar akuntansi perasuransian.
"Tahun 2028 adalah momen paling penting untuk usaha perasuransian, yaitu pemenuhan modal minimal Rp1 triliun. Target yang sudah ditetapkan di dalam RAKP harus tercapai, dan kami melihat kinerja lima tahun belakangan terus mengalami kenaikan serta melampaui target," ujarnya dalam momen HUT Tripakarta ke-48 tahun di kantor pusat Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Asmorohadi menjelaskan, sebagai pemegang saham yang mewakili BNI, Dapen BNI menempatkan Tripakarta sebagai lini usaha strategis atau captive market yang menopang kinerja grup.
Perseroan dinilai mampu membuktikan kesehatan tata kelola di mata industri reasuransi serta adaptif mengantisipasi risiko bisnis, mulai dari potensi klaim akibat bencana kebakaran di musim kemarau hingga finalisasi implementasi PSAK asuransi yang berjalan sesuai standar OJK.
Mematok tenggat pemenuhan modal dari regulator, pemegang saham optimistis struktur permodalan Tripakarta akan terpenuhi tanpa memerlukan suntikan modal tambahan dari pemegang saham.
"Meskipun pada 2025 sempat ada badai klaim, di mata reasuransi Tripakarta masih dipandang cukup sehat. Kami yakin hingga 2028 perseroan dapat memenuhi target modal Rp1 triliun dari hasil usahanya sendiri tanpa mengganggu pemegang saham," katanya.
Dari sisi manajemen, Direktur Utama PT Asuransi Tri Pakarta GC Koen Yulianto memaparkan, perseroan telah menyusun peta jalan yang terukur untuk mencapai batas ekuitas tersebut.
Peralihan sistem dari PSAK 104 ke PSAK 117 sempat mengoreksi posisi ekuitas perseroan dari sekitar Rp760 miliar pada Desember 2025 menjadi Rp500an miliar akibat penyesuaian pengakuan pendapatan premi jangka panjang, sebelum akhirnya merangkak naik ke posisi Rp607 miliar per Juli 2026.
Koen menegaskan soal penurunan nilai buku tersebut murni dampak teknis pembukuan ulang oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dan bukan modal yang hilang, mengingat pendapatan jangka panjang tersebut akan diakui secara bertahap mulai 2027.
"Ekuitas yang terkoreksi itu tidak hilang, melainkan pendapatan jangka panjang yang didudukkan kembali dan akan terbentuk pada tahun-tahun depan. Ditambah perolehan laba riil, kami optimis mencapai target ekuitas Rp1 triliun per 1 Januari 2029," ujar Koen.
Optimisme manajemen didukung oleh kinerja keuangan TRIPA yang mengilap hingga Juli 2026 berdasarkan PSAK 117. Pendapatan Jasa Asuransi perseroan mencapai Rp1,027 triliun atau naik 13,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp902,32 miliar, sekaligus merealisasikan 111,3 persen dari target rencana kerja sebesar Rp923,56 miliar.
Ketahanan finansial perusahaan juga tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) yang bertengger di level 144,29 persen, meningkat dari posisi Juli 2025 sebesar 142,03 persen dan jauh melampaui target internal 132,23 persen.
Pada saat yang sama, Jasa Asuransi Bersih mencapai Rp147,98 miliar (153,7 persen dari target), Hasil Bersih mencapai Rp149,24 miliar (124,7 persen dari target), serta Laba Setelah Pajak melesat ke angka Rp71,83 miliar atau mencapai 156,0 persen dari target.
Bermodalkan rekam jejak laba 2024 yang mencapai Rp124 miliar, manajemen yakin perolehan laba dalam tiga tahun ke depan sanggup menutup sisa kebutuhan modal perseroan.
"Kami berharap setiap tahun perolehan laba berada di atas Rp100 miliar, dengan proyeksi sekitar Rp110 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi Rp130 miliar pada tahun berikutnya. Dengan sisa waktu tiga tahun hingga Desember 2028, target ekuitas Rp1 triliun tersebut pasti bisa terwujud," kata Koen.
(Dhera Arizona)