BANKING

Perdana, Danantara Ikut Rapat Koordinasi KSSK Bahas Stabilitas Sistem Keuangan

Rohman Wibowo 28/07/2026 21:08 WIB

Danantara Indonesia untuk pertama kalinya dilibatkan dalam Rapat Koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Danantara Indonesia untuk pertama kalinya dilibatkan dalam Rapat Koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - Danantara Indonesia untuk pertama kalinya dilibatkan dalam Rapat Koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pelibatan ini ditujukan untuk menjaring perspektif riil dunia usaha tanpa mengubah struktur pengambilan keputusan di tingkat regulator moneter dan fiskal.

Rapat KSSK yang berlangsung di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Selasa (28/2026) ini dihadiri langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani dan Chief Executive Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. Keputusan mengundang pengelola bisnis skala besar ini diambil agar KSSK tidak hanya mengandalkan forum antaregulator, melainkan mendapatkan masukan nyata agar kebijakan pemerintah semakin presisi.

"Posisi Danantara pada rapat ini sebagai undangan. Kebijakan kita bisa lebih tepat sasaran ke depannya," kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa selepas rapat KSSK, Selasa (28/7/2026).

Meskipun hadir dalam pembahasan situasi ekonomi nasional, Danantara dipastikan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan KSSK. Pada pembahasan kebijakan strategis yang berkaitan dengan sektor bisnis, Danantara tidak ikut mengeksekusi keputusan, melainkan hanya menyimak dan memberikan pandangan luar.

Kehadiran jajaran pimpinan Danantara dipastikan tidak mengubah struktur dasar maupun tata cara pengoperasian lembaga KSSK. Purbaya menegaskan terkait wewenang penetapan kebijakan moneter dan fiskal tetap berada di tangan jajaran regulator resmi.

"Dalam keputusan, Danantara tidak akan punya hak suara. Dia memberi masukan dan melihat posisi yang terjadi," ujar Purbaya.

Selama ini regulator umumnya menganalisis kondisi dari balik meja melalui pemantauan data sekunder, yang berisiko mengalami sedikit pergeseran dalam penerjemahan indikator lapangan. 

Purbaya beranggapan masukan dari Danantara yang berkutat dengan pelaku bisnis dinilai sangat krusial untuk melengkapi analisis data yang dimiliki para regulator di belakang meja. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan seluruh kebijakan ekonomi sektor keuangan berjalan selaras dalam memacu pertumbuhan nasional.

"Danantara memperkaya kita dengan informasi tambahan. Rapat berlangsung dinamis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," kata Purbaya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE