Pinjaman Daring Dinilai Mampu Genjot Ekonomi Perdesaan
Perkembangan industri mikro di perdesaan mulai dari pertanian hingga peternakan dianggap bertumpu bantuan pembiayaan dari pindar.
IDXChannel - Akselerasi pinjaman daring dinilai mampu menggenjot perekonomian perdesaan.
Perkembangan industri mikro di pedesaan mulai dari pertanian hingga peternakan dianggap bertumpu bantuan pembiayaan dari pindar.
"Data dari Podes (data potensi desa Badan Pusat Statistik) ternyata ada hubungan positif antara penyaluran pindar terhadap jumlah industri di desa. Jadi artinya penyaluran pindar semakin tinggi, maka jumlah industri di desa juga akan meningkat," kata Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Bukan cuma meningkatkan pertumbuhan kredit di level petani maupun peternak, masuknya pindar juga dinilai menciptakan dampak turunan. Huda menuturkan bahwa ada konsolidasi pindar dengan koperasi simpan pinjam perdesaan dalam soal pembiayaan.
Dia pun menekankan permintaan kredit yang datang dari koperasi perdesaan ditengarai karena rendahnya aliran kredit dari sektor perbankan.
"Ini menarik karena kalau kita lihat semakin banyak pindar yang beroperasi di desa, ternyata meningkatkan permintaan untuk pembayaran, pembayaran misalkan pembayaran cicilan dan sebagainya itu bisa melalui agen bank. Agen bank di desa-desa itu ternyata juga semakin tinggi," kata Huda.
"Kalau dulu kan ada anekdot bahwa ini (pindar) akan mengokupasi bisnis yang lebih kecil lagi (koperasi) dan sebagainya. Tapi kalau kita lihat data, ternyata ini justru bisa bersinggungan," kata dia.
Adapun, berdasarkan data OJK, outstanding pendanaan pinjaman daring atau pindar tembus Rp92,92 triliun per Oktober 2025 atau tumbuh 24 persen secara year on year (yoy).
(kunthi fahmar sandy)