Transaksi 14,28 Miliar per Kuartal I-2026, Ini Alasan Masyarakat Banyak Gunakan Bank Digital
Masyarakat kini semakin mengutamakan layanan keuangan digital yang praktis, cepat, dan terhubung
IDXChannel – Bank digital semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Jika sebelumnya lebih banyak digunakan sebagai layanan pelengkap,
saat ini bank digital semakin diandalkan untuk berbagai kebutuhan transaksi harian, seperti
pengisian saldo dompet digital (e-wallet), pembayaran QRIS, hingga belanja online.
Seiring meningkatnya adopsi transaksi non-tunai, masyarakat kini semakin mengutamakan
layanan keuangan digital yang praktis, cepat, dan terhubung dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan ini turut memperkuat peran bank digital, yang tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga sebagai platform terintegrasi untuk
berbagai kebutuhan transaksi harian.
Sehingga, konektivitas dengan ekosistem digital seperti e-commerce dan dompet digital menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi.
Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi pembayaran digital di Indonesia terus tumbuh pesat, dengan volume yang telah mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I
2026. Pertumbuhan juga terjadi di berbagai kanal, termasuk mobile dan internet banking, serta QRIS yang meningkat signifikan secara tahunan sebesar 116,45 persen (yoy).
Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran ritel seperti BI-FAST mencatat pertumbuhan yang kuat, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi digital yang cepat dan efisien dalam mendukung aktivitas harian.
Perubahan perilaku ini tercermin dalam survei terbaru dari Ipsos Indonesia melalui Survei Persepsi dan Kepuasaan Pengguan terhadap Layanan Bank Digital di Indonesia 2026, yang menunjukkan bagaimana bank digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian
masyarakat Indonesia di tengah pesatnya adopsi transaksi digital di Indonesia.
Berdasarkan hasil survei terhadap pengguna bank digital di Indonesia yang dilakukan secara online pada April 2026, kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama penggunaan bank digital (71 persen). Selain itu, kelengkapan fitur bertransaksi harian seperti pembayaran QRIS, pembayaran tagihan, serta dukungan untuk belanja online juga menjadi faktor penting (66 persen).
“Hasil ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin selektif dalam memilih layanan keuangan digital. Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, tetapi juga kemudahan dalam terhubung dengan berbagai kebutuhan bertransaksi sehari-hari menjadi faktor yang diprioritaskan,” ujar Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla Rabu (13/5/2026).
Alasan Digital Bank Menjadi Pilihan untuk Transaksi Harian
Dari sisi penggunaan, aktivitas yang paling dominan dilakukan melalui bank digital adalah pengisian saldo dompet digital dan belanja online. Hal ini menegaskan bahwa integrasi
dengan ekosistem digital, seperti platform e-commerce dan layanan pembayaran lainnya, menjadi aspek yang semakin penting dalam mendukung penggunaan bank digital sehari-hari.
Survei yang Ipsos lakukan ini menilai persepsi dan kepuasan pengguna terhadap sejumlah aplikasi bank digital yang terus berkembang di pasar.
Dari sisi penggunaan, dalam evaluasi
terhadap berbagai aplikasi bank digital, menunjukkan bahwa SeaBank menempati posisi teratas dalam mendukung kenyamanan transaksi harian, dengan capaian 52 persen pada kategori transfer, pembayaran, dan transaksi daring, diikuti oleh Bank Jago (50 persen), Neobank (49 persen), Allo Bank (40 persen), serta Superbank (39 persen).
Selain itu, dari sisi integrasi dengan ekosistem digital lainnya, SeaBank juga menjadi pilihan utama responden (50 persen), diikuti oleh Bank Jago (46 persen), Superbank (43 persen), Neobank (36 persen), dan Allo Bank (26 persen).
Hal ini menunjukkan konektivitas antar-platform juga menjadi aspek yang semakin selaras dalam mendukung pengalaman pengguna yang lebih praktis.
Dalam mendukung aktivitas sehari-hari, SeaBank juga mencatat tingkat penggunaan tertinggi untuk pengisian saldo dompet digital (77 persen), diikuti oleh Bank Jago (70 persen),
Superbank (66 persen), Neobank (65 persen), dan Allo Bank (57 persen).
Tidak hanya itu, penggunaan pada belanja online juga menjadi pertimbangan bagi pengguna, sebanyak 69 persen memilih SeaBank
sebagai bank digital mereka untuk mendukung belanja online, disusul oleh Bank Jago (58 persen), Allo Bank (50 persen), Superbank (47 persen), dan Neobank (41 persen).
Dalam 2 kategori ini, mencerminkan bahwa peran bank digital kini semakin digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi harian yang terhubung dengan ekosistem digital.
“Integrasi dengan ekosistem digital menjadi salah satu faktor yang semakin relevan. Pengguna cenderung memilih layanan yang dapat mendukung berbagai aktivitas mereka secara praktis dan terhubung dengan mulus dalam satu platform,” ujar Hansal Savla.
Temuan ini menegaskan bahwa bank digital kini semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas finansial masyarakat. Kemudahan penggunaan, kecepatan layanan, serta kemampuan terintegrasi dengan berbagai kebutuhan digital menjadi faktor yang semakin dipertimbankan pengguna dalam menentukan pilihan.
"Seiring berkembangnya ekspektasi pengguna, pemain bank digital diharapkan untuk tidak hanya menghadirkan layanan keuangan yang cepat dan mudah digunakan, tetapi juga mampu terintegrasi dengan berbagai aktivitas digital sehari-hari. Kemampuan untuk
menghadirkan pengalaman yang seamless diperkirakan menjadi salah satu fokus utama dalam persaingan industri,” tutur Hansal Savla.
(kunthi fahmar sandy)