BANKING

Transformasi Core Banking Jadi Modal BSI Kejar Aset Rp1.000 Triliun

Shifa Nurhaliza Putri 01/07/2026 16:22 WIB

BSI juga membidik pertumbuhan aset hingga mencapai Rp1.000 triliun dari posisi saat ini sekitar Rp490 triliun, serta peningkatan return on equity (ROE).

Transformasi Core Banking Jadi Modal BSI Kejar Aset Rp1.000 Triliun. (Foto: Doc IDXC)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan kode emiten BRIS menargetkan pertumbuhan bisnis yang agresif hingga 2030 seiring transformasi teknologi yang dilakukan perseroan melalui modernisasi sistem core banking.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan perseroan menargetkan jumlah nasabah meningkat dari sekitar 24 juta saat ini menjadi 40 juta nasabah pada 2030. Selain itu, BSI juga membidik pertumbuhan aset hingga mencapai Rp1.000 triliun dari posisi saat ini sekitar Rp490 triliun, serta peningkatan return on equity (ROE) dari 16 persen menjadi 25 persen. 

"Target tersebut merupakan bagian dari ambisi BSI untuk meningkatkan posisi dari saat ini sebagai salah satu dari 10 bank syariah terbesar dunia menjadi lima besar bank syariah global pada akhir dekade ini," ungkapnya kepada media di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Perseroan menilai pencapaian target tersebut harus didukung oleh penguatan infrastruktur teknologi yang mampu mengakomodasi peningkatan jumlah nasabah dan transaksi di masa depan. Untuk itu, BSI melakukan transformasi sistem IT dan modernisasi core banking agar memiliki kapasitas yang lebih besar dan layanan yang lebih cepat. 

"Dari sisi kinerja bisnis, BSI mencatat penambahan sekitar 2 juta nasabah baru sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh ekspansi bisnis emas setelah perseroan memperoleh lisensi bullion bank yang memungkinkan BSI menghadirkan berbagai produk seperti cicil emas, gadai emas, dan tabungan emas," lanjutnya.

BSI menilai bisnis emas menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru karena mampu menjangkau segmen nasabah yang lebih luas, tidak hanya masyarakat muslim. Perseroan juga mencatat pertumbuhan yang kuat pada produk gadai emas dan cicil emas sejak peluncuran layanan tersebut. 

"Setelah modernisasi sistem dilakukan, availability sistem BSI mencapai 99,99 persen dengan kapasitas penggunaan sistem baru yang masih berada di bawah 5 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sistem sebelumnya yang telah mencapai utilisasi 80 hingga 100 persen, sehingga memberikan ruang yang besar untuk ekspansi bisnis dan pengembangan layanan digital di masa mendatang," lanjutnya.

BSI juga mencatat peningkatan kecepatan layanan sebesar 10 hingga 50 persen setelah implementasi sistem baru. Proses operasional yang sebelumnya memerlukan waktu hingga empat jam kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua jam, sementara layanan di cabang untuk pembiayaan dan transfer domestik menjadi sekitar 30 persen lebih cepat. 

Ke depan, BSI akan mengandalkan platform digital BYOND untuk nasabah individu dan BEWISE untuk segmen korporasi sebagai mesin pertumbuhan baru. Perseroan optimistis transformasi digital yang dilakukan saat ini akan menjadi fondasi penting dalam mencapai target pertumbuhan bisnis hingga 2030. 

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE