Volume Transaksi Bale Syariah by BSN Capai Rp2,84 Triliun hingga April 2026
PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat transaksi volume Bale Syariah by BSN sebesar Rp2,84 triliun dari 1,2 juta transaksi hingga April 2026.
IDXChannel - PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat transaksi volume Bale Syariah by BSN sebesar Rp2,84 triliun dari 1,2 juta transaksi hingga April 2026.
Adapun pada sisi penyaluran pembiayaan BSN tumbuh 22 persen menjadi Rp56,5 triliun, yang kini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh tanah air.
Hal tersebut diungkap Direktur Utama Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor saat melakukan penandatanganan BSN dengan Realestat Indonesia (REI) di Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026).
Adapun kolaborasi strategis untuk mengembangkan layanan perbankan syariah serta memperkuat ekosistem hunian yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini
enyatakan bahwa sinergi tersebut bertujuan mendukung optimalisasi pembiayaan perumahan berbasis syariah melalui penyediaan produk perbankan yang inovatif, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
"Komitmen Bank BSN untuk menjadikan sektor properti sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi syariah nasional, sejalan dengan peran REI dalam mendorong pengembang menghadirkan hunian berkualitas bagi masyarakat," kata Alex dikutip Rabu (6/5/2026).
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan produk pembiayaan perumahan, program edukasi dan sosialisasi bagi pengembang serta masyarakat, serta dukungan terhadap proyek hunian yang terintegrasi dengan sistem keuangan syariah.
Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Menurut Alex, ekspansi strategis ini didorong oleh performa keuangan Bank BSN yang tampil impresif dan menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga penutupan Maret 2026.
Sebagai bagian dari BTN Group, Bank BSN menargetkan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit pada tahun 2026, naik 34,8 persen dari realisasi tahun sebelumnya.
Untuk segmen KPR komersial, Alex menjelaskan bahwa Bank BSN menawarkan margin kompetitif mulai 2,65 persen fixed 3 tahun serta produk inovatif BSN Golden Deal yang mengintegrasikan kepemilikan rumah dengan investasi emas.
"Bank BSN ingin hadir bukan hanya saat rumah sudah siap dijual, tetapi juga sejak proses pengembangan proyek, pembiayaan lahan, hingga akhirnya rumah tersebut dimiliki oleh masyarakat," tutur Alex.
Selain itu, Bank BSN hadir dengan layanan Cash Management System, payroll, Virtual Account, hingga QRIS untuk mendukung operasional para pengembang anggota REI secara lebih efisien.
Melalui kolaborasi ini, Bank BSN bersama REI menegaskan komitmen untuk menciptakan ekosistem hunian yang menjunjung nilai keberlanjutan, keadilan, dan kemaslahatan masyarakat.
Ke depan, kerja sama akan terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait di industri properti demi mendorong akses hunian yang lebih luas.
Sementara itu Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup pemanfaatan jasa layanan perbankan syariah sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami berharap melalui kerja sama kedua belah pihak ini agar dalam penyaluran kredit ke anggota REI, kedua pihak bisa lebih profesional dan lebih baik," ujar Joko.
(kunthi fahmar sandy)