ECONOMICS

AHY: Potensi Ekonomi Rp6.396 Triliun Hilang Jika Tanggul Laut Tidak Dibangun

Iqbal Dwi Purnama 04/05/2026 13:18 WIB

AHY mengungkapkan potensi ekonomi yang hilang apabila proyek tanggul laut tidak dibangun mencapai USD368 miliar atau setara Rp6.396 triliun (kurs:Rp17.365).

AHY: Potensi Ekonomi Rp6.396 Triliun Hilang Jika Tanggul Laut Tidak Dibangun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan potensi ekonomi yang hilang apabila proyek tanggul laut tidak dibangun mencapai USD368 miliar atau setara Rp6.396 triliun (kurs:Rp17.365).

AHY menjelaskan perhitungan dampak ekonomi tersebut diukur dari potensi hilangnya sejumlah industri yang berlokasi di wilayah pesisir Jawa, potensi hilangnya area persawahan masyarakat, kampung-kampung nelayan, hingga aset-aset properti yang berpotensi terpendam banjir rob. 

"Potensi kerugian ekonomi 27 persen terhadap PDB nasional, ini signifikan. Jadi kalau kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi pantura Jawa ini dengan baik dan serius," ujarnya dalam acara Kick Off Meeting Perlindungan Pesisir Utara Jawa di Jakarta, Senin (4/5/2026).

AHY mengatakan bahwa ancaman banjir rob di wilayah pesisir Jawa mengancam 20 kabupaten dan 5 kota dengan jumlah populasi mencapai 55 juta penduduk. Sementara yang hidup di wilayah pesisir dan menjadi paling rentan sebesar 26 persen dari jumlah populasi tersebut. 

Adapun dampak terhadap produktivitas pangan juga mengancam apabila banjir rob melanda. Sebab, dari jumlah luasan sawah di Jawa yang seluas 1,5 juta hektare, sekitar 115 ribu hektare berada di wilayah pesisir.

"Kalau kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi pantura Jawa ini dengan baik dan serius. Dijaga jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan yang semakin buruk," tambahnya. 

AHY menyebutkan kondisi pesisir Jawa saat ini dihadapkan oleh 2 tantangan sekaligus. Pertama, penurunan muka tanah yang mencapai 20 cm per tahun, dan kedua kenaikan air laut yang mencapai 1,2 cm per tahun. Sehingga sampai pada titiknya, pesisir utara Jawa berpotensi akan tenggelam jika tidak ada penanganan sejak dini. 

"Ini juga mengakibatkan terus mengintainya banjir rob yang bisa menghancurkan properti, merusak rumah-rumah warga, dan kembali saya juga mengingatkan bahwa ini berpotensi pada terjadinya bencana yang lebih buruk dan fatal," kata dia.  

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE