Airlangga Beberkan 3 Faktor Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen secara tahunan (yoy) pada Semester I-2026. Sementara itu, inflasi tercatat 3,19 persen pada Agustus 2026.
IDXChannel—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tiga faktor utama yang menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 dan menuju 8 persen dalam jangka menengah.
Airlangga menyebut, pemerintah akan mendorong pertumbuhan investasi, meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat ekspor bernilai tambah dan efisiensi logistik.
“Pertama, investasi harus tumbuh lebih cepat daripada PDB. Kedua, produktivitas dan kualitas SDM meningkat, dan ketiga, ekspor harus semakin bernilai tambah dan logistik semakin efisien,” kata Airlangga dalam acara ANTARA Business Forum “The Synergy Horizon - Positioning Indonesia For The Next Decade”, Rabu (23/9/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa, perekonomian global masih menghadapi sejumlah risiko, mulai dari konflik geopolitik yang berdampak terhadap energi dan logistik, meningkatnya proteksionisme terhadap perdagangan dan investasi, hingga volatilitas pasar keuangan dan fiskal.
Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih terjaga. Ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen secara tahunan (yoy) pada Semester I-2026. Sementara itu, inflasi tercatat 3,19 persen pada Agustus 2026 dan realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun hingga Semester I-2026.
Untuk memperkecil kesenjangan menuju target pertumbuhan tersebut, pemerintah menyiapkan empat strategi. Pertama, deregulasi dan debottlenecking melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 dan Keppres Nomor 4 Tahun 2026.
Kedua, penguatan investasi dan pembiayaan melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Danantara, serta Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Ketiga, peningkatan produktivitas melalui program magang dan vokasi.
Keempat, perluasan akses pasar melalui 25 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan dan 13 perjanjian yang masih dalam proses perundingan.
Airlangga menambahkan pernyataannya, kebijakan ekonomi 2027 juga akan diarahkan melalui sinergi fiskal sebagai katalis, moneter untuk menjaga stabilitas, serta investasi sebagai penggerak kapasitas produksi dan penciptaan lapangan kerja.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi, ekonomi hijau, dan ekonomi digital sebagai fondasi pertumbuhan jangka menengah. Indonesia juga mendorong pengembangan pusat data, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, serta talenta digital.
“Karena itu, arah kebijakan ke depan harus tetap berfokus pada investasi berkualitas, hilirisasi, peningkatan produktivitas, penguatan daya saing, serta perluasan akses pasar,” jelasnya.
(Kidung Dhia)