ECONOMICS

Airlangga Klaim Asosiasi Pengusaha Respons Positif Ekspor Satu Pintu Lewat PT DSI

Anggie Ariesta 22/05/2026 23:30 WIB

Airlangga menegaskan seluruh perwakilan asosiasi industri telah menyatakan komitmennya untuk patuh pada regulasi anyar ini. 

Airlangga Klaim Asosiasi Pengusaha Respons Positif Ekspor Satu Pintu Lewat PT DSI. Foto: iNews Media Group.

IDXChannelAsosiasi pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri, disebut memberikan respons positif terhadap kebijakan baru mengenai tata niaga ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan sinyal dukungan tersebut mengemuka dalam agenda sosialisasi intensif yang digelar pemerintah bersama para pelaku usaha.

“Hampir dari seluruh asosiasi baik dalam maupun luar negeri mereka mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan mereka siap untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk oleh pemerintah," kata Airlangga di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Airlangga menegaskan seluruh perwakilan asosiasi industri telah menyatakan komitmennya untuk patuh pada regulasi anyar ini. 

Dunia usaha juga bersiap menyelaraskan operasional bisnis mereka dengan badan khusus bentukan pemerintah demi memperkuat sistem logistik dagang global serta ketahanan finansial dalam negeri.

Adapun untuk menepis kekhawatiran pelaku pasar mengenai risiko hambatan birokrasi, Airlangga memastikan ekosistem ekspor satu pintu ini akan dijalankan dengan pengawasan ketat berbasis teknologi digital agar akuntabilitasnya tetap terjaga.

"Transparansi ya secara by system. Diatur dengan sistem,” ujar dia. 

Pangkal dari reformasi tata niaga ini bermula saat Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) baru yang mengatur restrukturisasi radikal pada jalur logistik ekspor komoditas andalan Indonesia.

Melalui beleid tersebut, pemerintah menunjuk BUMN sebagai perpanjangan tangan tunggal untuk mengendalikan rantai pasok ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara, serta paduan besi (ferro alloy) yang diorkestrasi di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal," kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan parlemen.

Menindaklanjuti arahan presiden, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, pada Kamis (21/5/2026) langsung bergerak cepat merangkul Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta sejumlah asosiasi komoditas sektoral. Langkah persuasif ini difokuskan untuk menjaring masukan teknis dan menyamakan persepsi sebelum PT DSI resmi beroperasi penuh di lapangan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE