ECONOMICS

Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Guncangan Global

Anggie Ariesta 27/04/2026 11:25 WIB

Ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz yang berdampak pada perdagangan energi dunia tidak menyurutkan optimisme pemerintah terhadap daya tahan domestik.

Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Guncangan Global (FOTO:Dok Anggi)

IDXChannel – Pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah guncangan aktivitas ekonomi global yang terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz yang berdampak pada perdagangan energi dunia tidak menyurutkan optimisme pemerintah terhadap daya tahan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan berbagai lembaga internasional memproyeksikan risiko Indonesia terkena dampak resesi akibat rambatan tekanan global berada pada level yang sangat rendah.

"Probability resesi Indonesia di bawah 5 persen, di bawah negara seperti AS, Kanada, dan Jepang," ujar Airlangga dalam acara National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).

Meski situasi geopolitik masih belum menentu, Airlangga memastikan bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap menunjukkan tren positif. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 berada di level 5,4 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,11 persen.

Airlangga meyakini bahwa momentum pertumbuhan akan terus terjaga dan bahkan berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan.

"Walaupun perang belum selesai, Indonesia masih memiliki resiliensi yang kuat dan ruang untuk tumbuh tetap tinggi," tutur Airlangga.

Ketangguhan ekonomi Indonesia juga mendapat pengakuan dari lembaga dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF). Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dipandang sebagai salah satu titik terang pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Asia.

"Dan dunia masih melihat Indonesia sebagai ekonomi yang cukup kuat. IMF mengatakan Indonesia salah satu brightspot di Asia," kata Airlangga.

Dengan resiliensi yang kuat dan dukungan dari berbagai instrumen kebijakan domestik, pemerintah optimis Indonesia mampu menavigasi risiko ekonomi global sembari terus mendorong percepatan investasi dan penguatan daya beli masyarakat.


(kunthi fahmar sandy)

SHARE