Airlangga Sebut RI Semakin High Profile di Tingkat Global, Ini Buktinya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia memiliki posisi yang strategis dan high profile di tingkat internasional.
IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia memiliki posisi yang strategis dan high profile di tingkat internasional.
Peran aktif Indonesia dalam mendorong stabilitas, perdamaian, dan kerja sama internasional memperkuat posisi kepemimpinan Indonesia di mata dunia. Dalam berbagai forum global, kata dia, Indonesia dipandang sebagai mitra yang memiliki pengaruh dan kredibilitas, sehingga sering menjadi prioritas dalam proses dialog maupun perundingan strategis.
“Nah ini mungkin yang mempermudah untuk kita menyelesaikan seluruh perundingan. Kalau Indonesia tidak high profile, Indonesia tidak menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, Indonesia kan sebetulnya positif neraca perdagangan dengan Amerika USD20 miliar, namun Indonesia tetap menjadi prioritas,” kata Airlangga dalam Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia – Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).
Dia pun membeberkan diplomasi ekonomi Indonesia di ranah global, terutama selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Airlangga menerangkan Indonesia berpartisipasi aktif dalam forum global seperti IEU-CEPA, RCEP, I-EAEU CEPA, BRICS, G20, OECD, RCEP, ASEAN, dan CPTPP. Di saat yang sama, negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS) turut membuka peluang peningkatan ekspor industri padat karya dan penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia dengan berbagai negara mitra. Sejumlah perjanjian telah berhasil diselesaikan, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Palestina, Chile, Australia, Mozambik, Korea, Iran, Peru, Kanada, dan Tunisia.
“Sementara itu, sejumlah perundingan lainnya masih terus berlangsung, termasuk dengan MERCOSUR, kawasan Teluk (Gulf countries), serta Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan, yang seluruhnya menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan proses tersebut dalam waktu dekat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Airlangga mengatakan memasuki triwulan II-2026, perekonomian Indonesia berada dalam posisi yang kuat. Kombinasi inflasi yang terkendali, surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingginya kepercayaan konsumen.
Di sisi lain, sektor keuangan tetap menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari pertumbuhan simpanan perbankan serta ekspansi kredit yang berlangsung stabil.
“Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25 persen. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun. Dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru,” kata dia.
(NIA DEVIYANA)