Akses Tol Pattimura di Salatiga Senilai Rp113 Miliar Ditargetkan Selesai 2027
Kementerian PU bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memulai proses pembangunan akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah.
IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memulai proses pembangunan akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Semarang–Solo.
Kehadiran Akses Tol Pattimura diharapkan dapat meningkatkan konektivitas menuju pusat Kota Salatiga sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal di kawasan sekitarnya.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.
"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).
Pembangunan Akses Tol Pattimura telah direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan selesai pada 2027 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp113,35 miliar. Total panjang akses mencapai 1,66 kilometer (km) yang terdiri atas ramp on sepanjang 661 meter dan ramp off sepanjang 998 meter, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap awal berupa pembersihan dan perataan lahan sebelum dilanjutkan ke pekerjaan struktur dan konstruksi utama. Kebutuhan lahan proyek mencapai 18.731 m2 dengan progres pembebasan lahan telah mencapai 97,33 persen.
Secara teknis, pembangunan Akses Tol Pattimura mencakup pembangunan 15 unit box culvert, 3 unit box underpass, 1 unit secant pile, serta 4 unit dinding penahan tanah (DPT). Untuk ramp on dirancang memiliki 1 lajur satu arah dengan lebar 8 meter, sedangkan ramp off terdiri atas 2 lajur satu arah dengan lebar 10,15 meter.
Akses Tol Pattimura berada pada KM 451-KM 452 ruas Tol Semarang-Solo. Nantinya akses tersebut dapat digunakan kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta menuju pusat Kota Salatiga atau sebaliknya. Sementara itu, kendaraan dari arah Solo dan Surabaya tetap menggunakan Gerbang Tol Salatiga yang telah beroperasi saat ini.
Dengan skema tersebut, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu memutar lebih jauh untuk menuju pusat Kota Salatiga sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Jalan Tol Semarang-Solo merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola PT Trans Marga Jateng, kelompok usaha Jasa Marga, dengan total panjang ruas mencapai 72,95 km.
(Rahmat Fiansyah)