ECONOMICS

Amran Optimistis Swasembada Pangan Berlanjut hingga Akhir 2026

Rohman Wibowo 05/07/2026 16:05 WIB

Sebanyak delapan komoditas pangan strategis termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada, dengan tiga di antaranya berhasil diekspor.

Amran Optimistis Swasembada Pangan Berlanjut hingga Akhir 2026 (Foto: dok Kementan)

IDXChannel - Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimistis tren swasembada pangan di Indonesia akan berlanjut hingga akhir 2026.

Sebanyak delapan komoditas pangan strategis termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada, dengan tiga di antaranya berhasil diekspor. Sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 1 Juli 2026 berada di posisi 5,17 juta ton.

"Alhamdulillah, tepat di akhir Desember 2025, kita mencapai swasembada tercepat dan stok tertinggi selama 25 tahun. Ini kita umumkan, stok kita ini tertinggi selama merdeka sampai hari ini. Dulu pernah tahun 1984, stok kita 2,6 juta ton. Sekarang 5,18 juta ton,” tutur Amran dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (5/7/2026).

Berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi produksi beras nasional sepanjang tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, tetap melampaui pencapaian tahun sebelumnya. 

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mengestimasikan produksi beras Indonesia berada di kisaran 35 juta ton, sedangkan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikannya sebesar 34,6 juta ton. 

Data kumulatif tersebut memantapkan posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar di wilayah ASEAN, sekaligus menempati peringkat kedua di tingkat global.

“Ini angka ini bukan saja dari BPS, tapi juga dari FAO. Jadi dari FAO mengatakan produksi kita 35 ton. BPS mengatakan kurang lebih 34,7 ton. Kemudian Amerika, United States Department of Agriculture, ini datanya juga 34,6 (ton),” kata Amran.

Amran menyebut, probabilitas keberlanjutan swasembada pangan nasional pada 2026 berada di atas angka 90 persen. Kesiapan tersebut mencakup berbagai jenis komoditas pangan strategis, mulai dari beras, cabai besar, cabai rawit, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, hingga bawang merah.

“Nah, perlu kami sampaikan apa definisi swasembada. Kalau beras adalah sempurna. Kenapa? tidak ada impor sedikit pun beras medium. Dan yang dikatakan swasembada adalah impor maksimal 10 persen. Sesuai regulasi Perpres Nomor 125 Tahun 2022, yang kita tangani adalah 11 komoditas strategis. Ini dipegang oleh pemerintah," katanya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE