Anggaran ESDM 2027 Capai Rp27,37 Triliun, Bahlil: 82 Persen untuk Program Rakyat
Dari total pagu tersebut, sebesar Rp22,51 triliun atau setara 82 persen dialokasikan untuk program kerakyatan.
IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Kementerian ESDM memperoleh pagu anggaran sebesar Rp27,37 triliun untuk tahun anggaran 2027. Dia memastikan, anggaran tersebut akan lebih banyak diarahkan untuk program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Dari total pagu tersebut, sebesar Rp22,51 triliun atau setara 82 persen dialokasikan untuk program kerakyatan.
"Anggaran kita Rp27,3 triliun, ini 82 persen kita alokasikan semua ke program rakyat. Kami anggaran operasional itu cuma beberapa persen, 12 persen saja. Semua kita bikin program pro rakyat dan infrastruktur, jadi tidak ada yang dimainin di bagian kita," kata Bahlil dalam Raker bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8/2026).
Bahlil mengatakan pagu anggaran Kementerian ESDM 2027 tersebut ditetapkan berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tertanggal 5 Agustus 2026.
Dalam paparannya, alokasi anggaran terbesar berada di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp11,34 triliun. Anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk pembangunan pipa gas dari Sumatera sampai Jawa serta pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur gas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Selanjutnya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan memperoleh alokasi sebesar Rp10,45 triliun. Anggaran ini antara lain mendukung program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
"Ini kan kita mau bikin keadilan sosial, maka kita minta masukan kira-kira daerah-daerah mana yang belum ada listriknya kita pasangin semua agar rakyat punya hak untuk bisa diterangi," tutur Bahlil.
Adapun Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) mendapatkan anggaran Rp1,82 triliun.
Sementara itu, alokasi untuk Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) sebesar Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,83 miliar, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Rp702,53 miliar, Sekretariat Jenderal Rp537,91 miliar, BPH Migas Rp474,43 miliar, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Rp89,38 miliar, Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar, dan BPMA Aceh Rp109,3 miliar.
Bahlil juga memaparkan sejumlah proyek infrastruktur yang akan menjadi bagian dari program Kementerian ESDM pada 2027. Di antaranya, pembangunan jaringan gas rumah tangga untuk 959.232 sambungan rumah dengan anggaran sekitar Rp5,21 triliun.
Selain itu, pemerintah menyiapkan Rp9,67 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik desa pada 2027-2028 yang mencakup 1.250 lokasi.
Program BPBL juga direncanakan menyasar 250 ribu rumah tangga dengan anggaran Rp593,18 miliar. Namun, Bahlil menyatakan dirinya telah memberikan arahan agar target tersebut dinaikkan menjadi 400 ribu hingga 500 ribu rumah tangga.
"BPBL serta konsultan pengawas untuk 250.000 rumah tangga sebesar Rp593,18 miliar, saya tadi baru habis kasih arahan untuk BPBL-nya dinaikkan menjadi 400 sampai 500 ribu rumah tangga," kata Bahlil.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk program konversi motor listrik sebanyak 63 ribu unit sebesar Rp635,24 miliar dan kompor listrik sebesar Rp815,56 miliar.
Ada pula program konverter kit untuk petani sebanyak 14 ribu paket dengan anggaran Rp158,50 miliar.
Bahlil menegaskan berbagai alokasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses energi sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan sektor energi bagi masyarakat.
"Semuanya kita bikin program pro rakyat dan infrastruktur. Jadi tidak yang dimain-mainin di bagian kita. Urusan perjalanan dinas urusan rapat-rapat aneh terlalu banyak, kita perkecil. Ini bagian daripada menerjemahkan arahan Presiden," ujar Bahlil.
(NIA DEVIYANA)