ECONOMICS

Arab Saudi Diskon Harga Minyak Mentah untuk Pasar Asia

Nia Deviyana 07/07/2026 14:09 WIB

Ini merupakan ketiga kalinya Arab Saudi menurunkan harga jual Arab Light dalam lebih dari dua dekade.

Arab Saudi Diskon Harga Minyak Mentah untuk Pasar Asia. Foto: AP.

IDXChannel - Arab Saudi memangkas official selling price (OSP) atau harga jual resmi untuk minyak andalannya, Arab Light, menjadi USD1,50 per barel untuk pasar Asia. Angka tersebut berada di bawah rata-rata harga acuan Oman dan Dubai atau turun USD11 dibandingkan bulan sebelumnya. Arab Saudi juga memangkas OSP untuk empat jenis minyak mentah lainnya masing-masing sebesar USD11 per barel.

Ini merupakan ketiga kalinya Arab Saudi menurunkan harga jual Arab Light dalam lebih dari dua dekade.

Perubahan harga yang mendadak ini mencerminkan kesepakatan sementara (interim deal) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Juni, yang mendorong lebih banyak kapal kembali melintasi Selat Hormuz serta dimulainya kembali kegiatan pemuatan minyak.

Para trader minyak mengatakan pemangkasan harga oleh pemasok minyak Teluk lainnya serta pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak mentah Iran telah memperketat persaingan di pasar. Namun, risiko pengiriman minyak dari kawasan Teluk masih tinggi karena gencatan senjata AS-Iran dinilai belum kokoh, sehingga pembeli cenderung menahan diri.

“Pemangkasan tajam OSP kontrak jangka panjang Arab Saudi dari bulan ke bulan tidak terlalu mengejutkan, mengingat minyak spot Timur Tengah yang menjadi pesaing diperdagangkan dengan diskon yang bahkan lebih dalam,” kata analis dari Vortexa, Emma Li, dilansir Reuters, Selasa (7/6/2026).

Seperti diketahui, produsen minyak Teluk lainnya, termasuk Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), State Organization for Marketing of Oil, dan Kuwait Petroleum Corporation, juga menjual minyak mentah dengan diskon besar untuk mendorong permintaan.

Sementara itu, National Iranian Oil Company berupaya menghidupkan kembali minat beli dari para pelanggan lama di Asia di luar kilang-kilang independen di China selama masa pelonggaran sanksi AS selama 60 hari.

Minyak Saudi Masih Mahal Meski Ada Diskon

Sejumlah sumber di kilang dan perusahaan perdagangan minyak Asia mengatakan bahwa minyak mentah Arab Saudi untuk pengiriman Agustus masih akan menelan biaya beberapa dolar AS per barel lebih mahal dibandingkan minyak Teluk lainnya. Selain itu, biaya menyewa kapal tanker untuk masuk ke kawasan Teluk juga masih tinggi.

“Saya bisa mendapatkan minyak Upper Zakum dan Das dengan harga diskon USD7 per barel, jadi mengapa saya harus membeli lebih banyak minyak Saudi?” kata seorang sumber di kilang India.

Trader lain mengatakan, minyak Saudi yang berasal dari dalam Selat Hormuz jauh lebih mahal.

Sebagai contoh, minyak mentah Upper Zakum milik ADNOC dijual dengan diskon sekitar USD6-8 per barel terhadap harga acuan Dubai untuk pengiriman ship-to-ship di pelabuhan Pelabuhan Sohar, sementara biaya menyewa Very Large Crude Carrier (VLCC) mencapai sekitar USD4-5 per barel.

Sebaliknya, biaya VLCC, kapal tanker yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak, untuk memuat minyak di pelabuhan Pelabuhan Ras Tanura di dalam Teluk diperkirakan lebih dari dua kali lipat, sehingga secara ekonomi menjadi jauh lebih mahal.

Sumber perdagangan lainnya memperkirakan biaya mengangkat minyak dari dalam kawasan Teluk sekitar USD15 per barel lebih mahal dibandingkan dari luar Teluk.

Akibatnya, perusahaan minyak milik Arab Saudi diperkirakan akan terus menjual minyaknya di pasar spot untuk bersaing dengan produsen Teluk lainnya.

“Mereka tahu harganya terlalu mahal, tetapi tetap mempertahankannya,” ujar sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut berpotensi membuat Saudi Aramco kehilangan pangsa pasar di Asia.

(NIA DEVIYANA)

SHARE