Aset yang Dikelola BlackRock Tembus Rp170 Ribu Triliun pada Kuartal II-2024
Nilai aset yang dikelola oleh BlackRock mencapai USD10,65 triliun atau sekitar Rp170 ribu triliun pada kuartal II-2024.
IDXChannel - Nilai aset yang dikelola oleh BlackRock mencapai USD10,65 triliun atau sekitar Rp170 ribu triliun pada kuartal II-2024, salah satunya berkat lonjakan indeks acuan S&P 500.
Dilansir dari Reuters pada Selasa (16/7/2024), pasar saham mencapai rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di tengah meningkatnya ekspektasi soft landing perekonomian Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya demam teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Kami melihat peluang pertumbuhan yang luar biasa bagi klien dan pemegang saham kami pada 2024 dan seterusnya,” kata Ketua dan CEO BlackRock Larry Fink mengatakan dalam conference call.
Indeks acuan S&P 500 melonjak sekitar 4 persen pada kuartal II-2024, meningkatkan nilat aset yang dikelola BlackRock ke USD10,65 triliun dari USD9,43 triliun pada periode serupa setahun sebelumnya.
Pada paruh kedua 2024, BlackRock berencana menyelesaikan dua akuisisi yang akan memperkuat kehadirannya di sektor investasi infrastruktur dan pasar swasta, dua area pertumbuhan utama.
Bulan lalu, perusahaan mengumumkan rencana pembelian penyedia data pasar swasta Preqin dalam kesepakatan senilai USD3,2 miliar. Sebelumnya, BlackRock mengucurkan USD12,5 miliar untuk membeli Global Infrastructure Partners, sebuah perusahaan investasi infrastruktur.
“Kami sangat optimis karena semakin banyak klien yang akan menggunakan utang infrastruktur,” kata Fink.
Saham Blackrock, perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, naik sekitar 2 persen tahun ini, di bawah kenaikan indeks S&P 500 sebesar 18 persen. (WHY)