Bahlil Akan Dorong SPBU Swasta Beli BBM Melalui Pertamina
Bahlil akan mendorong SPBU swasta untuk memenuhi pasokan BBM melalui pembelian lewat PT Pertamina (Persero).
IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mendorong SPBU swasta untuk memenuhi pasokan BBM melalui pembelian lewat PT Pertamina (Persero).
Hal ini sejalan dengan diresmikannya Refinery Development Master Plan (RDMP) baru di Balikpapan. Bahlil menjelaskan pengoperasian RDMP Balikpapan ini akan menambah produksi solar, avtur, dan tambahan sedikit elpiji.
Sementara untuk produksi bensin, nafta blok, baru akan beroperasi pada Juni 2026 mendatang. Kedua kilang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, seiring upaya pemerintah menurunkan impor BBM.
"Tadi malam rapat sampai jam 2 pagi, kita bersepakat dengan Pertamina, nanti dengan RDMP ini kita akan meningkatkan produksi RON92, 95, dan 98, itu supaya kita tidak impor lagi, supaya badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina," ujar Bahlil dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai USD7,4 miliar. Dari total tersebut, USD4,3 miliar berasal dari ekuitas, sedangkan USD3,1 miliar diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA). Proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional, karena akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang sebanyak 100 ribu barel per hari. Sehingga kapasitas pengolahan menjadi 360 ribu barel per hari.
Bahlil mengatakan lewat fasilitas pengolahan minyak mentah yang baru ini akan membuat Indonesia perlahan untuk meninggalkan impor BBM. Akan tetapi hanya mengimpor minyak mentah yang akan diolah sendiri di dalam negeri.
"Ke depan kita akan impor crude saja, kalau ini kita mampu lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis dan setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang importir," ujarnya.
Dia menyebut, kehadiran RDMP Balikpapan ini akan mampu menghemat devisa negara hingga Rp60 triliun per tahun karena berkurangnya impor BBM. Sebab fasilitas produksi ini mampu menghasilkan tambahan sekitar 100 ribu barel per tahun.
Proyek RDMP Balikpapan, merupakan bagian dari 7 proyek yang tengah dikerjakan PT Pertamina. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Terdiri dari RDMP RU (Refinery Unit) IV Cilacap, RDMP RU VI Balongan, RDMP RU III Plaju, RDMP RU V Balikapapan, RDMP RU II Dumai, Grass Root Refinery (GRR) Tuban, dan GRR Bontang.
(kunthi fahmar sandy)