ECONOMICS

Bahlil: Masa Sulit Pasokan LPG Berakhir, Cadangan Kita Sekarang di Atas 10 Hari

Binti Mufarida 09/04/2026 06:30 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, masa sulit pasokan LPG nasional sudah terlewati dan kini dalam kondisi aman.

Bahlil: Masa Sulit Pasokan LPG Berakhir, Cadangan Kita Sekarang di Atas 10 Hari. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman dan terkendali di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan kawasan Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, masa sulit pasokan LPG nasional sudah terlewati dan kini dalam kondisi aman. Bahkan, cadangan saat ini di atas 10 hari.

“Saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026) malam.

"Sebentar lagi kapal kita masuk dan solar tidak kita lakukan impor, yang kita lakukan itu tinggal bensin saja, tinggal keluar lebih sekitar 20-22 juta kiloliter. Itu saja,” kata dia.

Dia juga memastikan kebutuhan Indonesia terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah rawan relatif terbatas. Menurut Bahlil, impor dari kawasan Timur Tengah hanya berupa minyak mentah (crude oil) dengan porsi sekitar 20–25 persen, sementara BBM jadi tidak diimpor dari kawasan tersebut.

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude, kita kan tidak pernah impor BBM jadi dari Timur Tengah, dari Middle East. Yang ada itu tinggal crude-nya saja, crude-nya itu sekitar 20-25 persen,” kata dia.

Untuk menjaga ketahanan energi, kata dia, pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber pasokan dari berbagai negara seperti Angola, Nigeria, hingga Amerika Serikat (AS). Selain itu, pasokan LPG nasional juga tidak bergantung pada jalur distribusi di Selat Hormuz, melainkan berasal dari negara-negara lain seperti Australia.

“Kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain. Jadi kita insyaallah sudah clear lah, insyaAllah aman,” katanya

Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan komunikasi intensif terkait distribusi energi, termasuk pergerakan kapal di Selat Hormuz, guna memastikan tidak ada gangguan terhadap pasokan dalam negeri. Bahlil berharap momentum gencatan senjata bisa memudahkan distribusi tersebut.

“Dengan redanya ada jeda dua minggu daripada eskalasi di Timur Tengah mudah-mudahan bisa cepat selesai,” ujar dia.

(Dhera Arizona)

SHARE