ECONOMICS

Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tidak Akan Naik Dalam Jangka Panjang 

Iqbal Dwi Purnama 16/04/2026 19:37 WIB

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai melaporkan hasil pertemuan dengan delegasi Rusia kepada Presiden Prabowo.

Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tidak Akan Naik Dalam Jangka Panjang (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun, bahkan diupayakan tetap stabil dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai melaporkan hasil pertemuan dengan delegasi Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai tindak lanjut kunjungan kerja sebelumnya. 

Dia menyebut hasil pertemuan berdampak positif terhadap penguatan cadangan energi nasional, sehingga turut menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.

“Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, insyaallah sampai selama-lamanya,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Bahlil menjelaskan, kondisi fiskal pemerintah saat ini masih cukup kuat untuk menahan tekanan dari kenaikan harga minyak dunia. Dia mencatat, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sejak awal 2026 hingga saat ini rata-rata masih berada di kisaran USD77 per barel, sedikit di atas asumsi APBN sebesar USD70 per barel.

“Harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD77 per barel. Jadi kenaikannya baru sekitar USD7, sehingga masih dapat ditopang,” tutur dia.

Bahlil menambahkan, kesepakatan impor BBM dari Rusia akan memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, Indonesia memiliki dua sumber utama impor minyak mentah, yakni dari Amerika Serikat melalui kontrak resiprokal, serta Rusia yang baru disepakati.

Pemerintah akan terus membuka peluang impor energi dari berbagai negara selama memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional. Langkah ini dapat meningkatkan efisiensi belanja negara sekaligus meredam tekanan fiskal di tengah lonjakan harga energi global.

“Semua opsi kita ambil selama menguntungkan negara,” katanya.

Bahlil mengingatkan bahwa kebutuhan minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 300 juta barel per tahun, dengan konsumsi harian sebesar 1,6 juta barel. Sementara itu, kapasitas produksi domestik baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

“Atas arahan Bapak Presiden, kami memastikan pasokan crude untuk kebutuhan hingga akhir tahun ini dalam kondisi aman,” ujar Bahlil.

(DESI ANGRIANI)

SHARE