ECONOMICS

Bahlil Tegaskan Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik, BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak Dunia   

Iqbal Dwi Purnama 15/06/2026 16:55 WIB

Bahlil menegaskan pemerintah telah memutuskan tetap memberikan subsidi untuk bahan bakar jenis pertalite maupun gas LPG 3 kg.

Bahlil Tegaskan Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik, BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak Dunia. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah telah memutuskan tetap memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite maupun gas LPG ukuran 3kg.

Ia memastikan bahwa kehadiran subsidi dari kas negara itu akan tetap menjaga harga jual kedua produk itu tidak mengalami kenaikan di pasar. Harga pertalite akan tetap terjaga di Rp10.000 per liter, dan harga LPG 3kg berasa di kisaran Rp18.000-Rp24.000 (tergantung wilayah penjualan). 

"Kami laporkan, di balik dinamika harga global, kita bersepakat untuk tidak menaikkan BBM bersubsidi, termasuk LPG," ujarnya dalam Rapat Bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026). 

Bahlil mengakui, di tengah konflik yang belakangan berkembang di Timur Tengah membuat harga minyak dunia mengalami lonjakan. Bahkan menurutnya, harga minyak dunia sangat dinamis, alias bisa cepat naik maupun turun. 

"Dalam kondisi geopolitik yang belum menentu, harga minyak dunia selalu dinamis sekali, dan kita berdoa agar ketegangan politik bisa selesai sehingga kita bisa menganalisa. Karena sekarang bisa cepat naik dan cepat turun," tambahnya. 

Sementara untuk harga BBM non subsidi, Bahlih menegaskan harga jual bakal menyesuaikan dinamika harga minyak mentah dunia. Maka dari itu belakangan Pertamina menaikkan hampir seluruh produk BBM-nya, kecuali pertalite, dan solar subsidi. 

Itu lantaran harga jual BBM non subsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia, Bahlil mengatakan kondisi harganya pun bisa mengalami penurunan apabila harga minyak dunia tengah melemah. 

"Yang khusus minyak BBM untuk masyarakat mampu, sesuai dengan Permen, itu diserahkan harga pasar, jadi kadang naik kadang turun," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE