Bapanas Minta Masyarakat Tak Khawatir Stok dan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran 2026
Bapanas meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan maupun potensi lonjakan harga dalam menghadapi Ramadan hingga Lebaran 2026.
IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan maupun potensi lonjakan harga dalam menghadapi bulan suci Ramadan hingga Lebaran 2026.
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis menyebut, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional pada 2026, stok pangan dalam kondisi aman dan dipastikan mencukupi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Secara nasional stok dalam kondisi aman," ujar Nita dalam keterangannya pada Jumat (20/2/2026).
Namun, ia menekankan agar pemerintah daerah perlu memastikan distribusi berjalan lancar. Ia menegaskan, kewaspadaan menjadi kunci. Sebab, meski stok mencukupi secara nasional, tantangan distribusi dan dinamika permintaan di masing-masing daerah tetap perlu diantisipasi sejak dini.
"Namun pemerintah daerah perlu memastikan distribusi berjalan lancar dan melakukan perhitungan kebutuhan secara cermat agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen,” lanjutnya.
Nita mengungkapkan Bapanas telah membentuk Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026.
Satgas ini melakukan pengawasan terpadu terhadap sepuluh komoditas strategis, yakni beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam, telur ayam, bawang, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), dan Harga Acuan Penjualan (HAP), sekaligus menjamin keamanan dan mutu pangan.
Intervensi lain juga terus dijalankan, mulai dari penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung, bantuan pangan beras dan Minyakita, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), fasilitasi distribusi pangan, hingga pemantauan harga harian melalui petugas enumerator di berbagai wilayah.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik per 9 Februari 2026, inflasi nasional Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen (year-on-year). Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan pada pekan kedua Februari antara lain cabai rawit merah, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Namun demikian, pemerintah memastikan kenaikan tersebut masih dalam batas terkendali.
Sementara itu, Satgas Pangan Polri memastikan stok beras nasional dalam kondisi mencukupi. Stok beras tercatat mencapai 3,37 juta ton dengan potensi produksi Januari–Maret 2026 sebesar 10,16 juta ton.
“Ketersediaan beras secara nasional sangat mencukupi. Dengan stok 3,37 juta ton dan potensi produksi yang cukup besar pada triwulan pertama, masyarakat tidak perlu khawatir. Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memainkan harga,” kata Kaposko Satgas Pangan Polri, Zain Dwi Nugroho.
Perum Bulog mencatat stok beras nasional mencapai 3.534.000 ton, terdiri atas 3.345.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 185.000 ton beras komersial.
(Febrina Ratna Iskana)