ECONOMICS

BI Catat Tren Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di Triwulan II-2026

Rohman Wibowo 19/07/2026 19:37 WIB

Bank Indonesia (BI) mencatat tren perlambatan dalam penyerapan tenaga kerja di dunia usaha selama triwulan II-2026.

BI Catat Tren Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di Triwulan II-2026. (Foto: iNews Media Group)

:IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat tren perlambatan dalam penyerapan tenaga kerja di dunia usaha selama triwulan II-2026. Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha, saldo bersih tertimbang (SBT) tenaga kerja pada periode tersebut tumbuh 0,14 persen, menurun dibandingkan capaian triwulan sebelumnya yang berada di level 0,28 persen.

Laporan Bank Indonesia yang dikutip Minggu (19/7/2026) menyebutkan, pertumbuhan tenaga kerja pada triwulan II didorong oleh beberapa sektor utama. “Beberapa

}"LU (lapangan usaha) yang tercatat meningkat bersumber dari LU Pertambangan dan Penggalian (SBT 0,26 persen) dan LU Konstruksi (SBT 0,07 persen) sejalan dengan peningkatan aktivitas usahanya,” tulis laporan tersebut.

Selain sektor tersebut, lapangan usaha yang turut menunjukkan indikasi positif adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor dengan SBT 0,27 persen, serta jasa keuangan dengan SBT 0,29 persen. Hal ini dipicu oleh ekspansi penambahan kantor cabang serta dealer atau showroom kendaraan.

Sementara itu, sektor industri pengolahan mengalami kontraksi penyerapan tenaga kerja paling dalam dengan SBT minus 0,54 persen. Selain itu, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib juga mencatatkan kontraksi dengan SBT minus 0,14 persen. 

Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mencatatkan SBT positif sebesar 0,23 persen.

Menatap triwulan III-2026, dunia usaha optimistis terhadap penggunaan tenaga kerja yang diprakirakan meningkat dengan SBT mencapai 0,95 persen. Peningkatan tersebut diproyeksikan bersumber dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan SBT 0,06 persen seiring dengan musim panen hortikultura dan perkebunan.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor real estat masing-masing diprakirakan mencatatkan SBT sebesar 0,08 persen dan 0,12 persen.

Meski sektor industri pengolahan diproyeksikan mengalami perbaikan, aktivitas usahanya diperkirakan masih berada dalam fase kontraksi dengan SBT sebesar minus 0,14 persen pada triwulan III-2026.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE