BI Optimistis Inflasi Tetap Terkendali di Kisaran 2,5 Plus Minus 1 Persen pada 2026 dan 2027
Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.
Sementara itu, tercatat inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada April 2026 tercatat sebesar 0,23 persen (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen (mtm).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan inflasi inti tersebut didorong oleh komoditas minyak goreng seiring kenaikan harga komoditas crude palm oil (CPO) global, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga.
Secara tahunan, inflasi inti pada April 2026 tercatat 2,44 persen (year on year/yoy), menurun dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,52 persen (yoy).
Kelompok volatile food pada April 2026 mengalami deflasi sebesar 0,88 persen (mtm), lebih rendah dari realisasi pada bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,58 persen (mtm).
"Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan aneka cabai seiring normalisasi permintaan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri dan berlangsungnya panen raya di daerah sentra produksi," katanya Senin (4/5/2026).
Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 3,37 persen (yoy), lebih rendah dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,24 persen (yoy).
Secara keseluruhan, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK pada April 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,13 persen (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,42 persen (yoy) atau lebih rendah dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,48 persen (yoy).
Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.
Sedangkan kelompok administered prices pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,69 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm).
Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas tarif angkutan udara, bensin, dan bahan bakar rumah tangga seiring dengan kenaikan harga avtur serta penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 1,53 persen (yoy), menurun dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 6,08 persen (yoy).
Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID serta penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
(kunthi fahmar sandy)