ECONOMICS

BI Waspadai Ancaman Tarif Trump kepada Eropa Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Rohman Wibowo 22/01/2026 16:35 WIB

Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti perkembangan isu tarif perdagangan Amerika Serikat (AS).

BI Waspadai Ancaman Tarif Trump kepada Eropa Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah. (Foto Rohman Wibowo/IMG)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti perkembangan isu tarif perdagangan Amerika Serikat (AS). Sebab, kewaspadaan akan tarif AS di era Presiden AS Donald Trump memengaruhi fundamental ekonomi Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyoroti isu soal kebijakan Tarif Trump terhadap negara kawasan Eropa yang resistensi seiring intervensi Washington di Greenland. Destry mengaku masih ingat betul bagaimana dampak perang tarif AS-China bagi Indonesia.

"Dampaknya tentu pertama itu akan meningkatkan biaya dari cost of production di suatu negara, dan itu akan memengaruhi harga juga akan naik," ujarnya dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Tensi geopolitik kawasan dinilai sebagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi fundamental ekonomi nasional. Sehingga, secara moneter berujung pada stabilitas nilai tukar rupiah, yang pada pekan ini nyaris menyentuh Rp17 ribu per USD.

"Kemudian juga tentunya ekspor juga akan terganggu. Jadi at the end, at the end permasalahan yang tadi geopolitik bisa akhirnya masuk ke permasalahan di ekonomi," ujarnya.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa yang menentang rencananya mencaplok Greenland.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, pelemahan nilai tukar turut dipengaruhi faktor global. Ini berkaitan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.

"Faktor-faktor global itu terkait tentu saja kondisi global, baik karena geopolitik, kemudian juga kebijakan tarif Amerika, tapi juga tingginya US Treasury yield baik 2 tahun sama 3 tahun, juga lebih rendahnya bahkan kemungkinan Fed Fund Rate turun yang lebih kecil," kata dia.

Sebagai informasi, Trump mengancam memberikan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana Washington mengakuisisi Greenland.

Negara-negara yang menjadi target adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia.

Ancaman tersebut berpotensi meningkat jadi 25 persen pada 1 Juni apabila tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait Greenland.

(Dhera Arizona)

SHARE