BKPM Optimistis Target Investasi Rp2.100 Bisa Tercapai Lewat Kehadiran Danantara di WEF
BKPM optimistis mampu mencapai target investasi sebesar Rp2.100 triliun sepanjang 2026 lewat kehadiran Danantara di World Economics Forum (WEF).
IDXChannel - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis mampu mencapai target investasi sebesar Rp2.100 triliun sepanjang 2026 lewat kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di World Economics Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Nurul Ichwan, menjelaskan BPI Danantara perdana mengikuti forum ekonomi berskala global. Sovereign Wealth Fund (SFW) Indonesia itu diyakini bakal mampu menjadi alat tawar pemerintah untuk menjaring kerja sama investasi dari berbagai negara ke Indonesia.
"Tahun 2026 ini kami diberi target Rp2.100 triliun untuk realisasi investasi, dan dimulai dari kegiatan WEF di Davos ini. Satu hal yang kita punya dalam pertimbangan investor adalah stabilitas. Indonesia ini negara besar, dengan kekayaan yang luar biasa, dan punya stabilitas yang luar biasa," ujarnya dalam media briefing di Kantor Danantara, Jumat (9/1/2026).
Nurul Ichwan mengaku pemerintah punya misi khusus dalam penyelenggaraan WEF 2026, yaitu mempromosikan BPI Danantara. Sehingga diharapkan negara lain setidaknya mengetahui bahwa Indonesia telah memiliki SWF yang siap dikerjasamakan untuk kepentingan pembangunan negara.
Menurutnya, Indonesia akan menjadi global supply chain global meski di tengah gejolak geopolitik yang belakangan terjadi. Kondisi inilah yang diyakini membuat perekonomian Indonesia cenderung stabil meski terjadi dinamika global. Sebab beberapa komoditas dari Indonesia akan tetap dibutuhkan banyak negara meskipun konflik tengah berlangsung. Seperti batubara, bauksit, nikel, dan komoditas lainnya.
"Kalau orang bertanya, Indonesia ekonominya bisa tetap tumbuh. Sebenarnya apa sih bahan bakarnya, punya apa sih sebenarnya Indonesia? Jawabannya, kita masih punya batu bara, karena kita masih punya nikel, gas, bauksit, dan banyak hal yang lainya," kata Nurul Ichwan.
"Memang itu bukan duit, tapi global akan membutuhkan suplai itu dari Indonesia. Kita masih punya cadangan itu, jadi itu logis yang ada di Indonesia. Jadi kondisi dunia seperti apapun, hampir bisa dipastikan Indonesia is going to be a part of this global supply chain," tambahnya.
Menurut Nurul Ichwan, kombinasi antara cadangan sumber daya alam, jumlah populasi yang besar, hingga stabilitas politik yang terjaga, akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki prospek investasi bagus ke depannya dan dilirik oleh banyak negara.
Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menambahkan WEF merupakan ruang strategis untuk menjembatani antara kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi. Sebab, forum ini akan menjadi akses bagi Danantara dikenal oleh banyak negara dan membangun hubungan bisnis dengan negara lain.
"Kami melihat ini suatu kesempatan strategis. Tentu sektor strategis yang menjadi prioritas kami, adalah yang menjadi pembangunan nasional. Seperti transisi energi, ketahanan pangan, dan pengembangan industri yang bernilai tambah," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)