ECONOMICS

Brantas Abipraya Kirim 2.500 Pekerja Proyek Sekolah Rakyat ke Kalimantan dan Sulawesi

Iqbal Dwi Purnama 28/04/2026 19:30 WIB

PT Brantas Abipraya (Persero) mengerahkan 2.500 pekerja dari Pulau Jawa untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah luar Jawa.

Brantas Abipraya Kirim 2.500 Pekerja Proyek Sekolah Rakyat ke Kalimantan dan Sulawesi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Brantas Abipraya (Persero) mengerahkan sebanyak 2.500 pekerja dari Pulau Jawa untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah luar Jawa, khususnya di Kalimantan dan Sulawesi.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, mobilisasi tenaga kerja tersebut menjadi strategi penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional dalam pemerataan akses pendidikan.

"Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai. Karena itu, kami memberangkatkan sekitar 2.500 pekerja dari Jawa untuk memperkuat tim di lapangan, terutama di wilayah yang membutuhkan percepatan signifikan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Di setiap lokasi proyek, jumlah tenaga kerja bahkan dapat mencapai 400 hingga 600 orang yang bekerja secara bergantian dalam sistem shift siang dan malam. Pola kerja ini diterapkan guna menjaga ritme pembangunan tetap optimal tanpa mengesampingkan kualitas hasil pekerjaan.

Meski dikejar target waktu, Brantas Abipraya menegaskan tetap mengedepankan standar kualitas konstruksi dan keselamatan kerja. Perusahaan memperkuat pengawasan teknis serta menerapkan disiplin ketat terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh proyek.

Selain mengandalkan tenaga kerja dari luar daerah, proyek Sekolah Rakyat juga melibatkan masyarakat lokal. Kehadiran proyek ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan keterampilan masyarakat sekitar.

Dian menegaskan, berbagai tantangan di lapangan seperti kondisi geografis, cuaca ekstrem, hingga keterbatasan logistik menjadi bagian dari dinamika yang dihadapi tim proyek. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu.

"Dengan dukungan seluruh tim dan kolaborasi yang solid, kami optimistis proyek Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sesuai target dengan kualitas terbaik," katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE