ECONOMICS

Bulog Siapkan Intervensi Redam Kenaikan Harga Beras Premium

Tangguh Yudha 31/08/2026 19:02 WIB

Rencana tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Bulog Siapkan Intervensi Redam Kenaikan Harga Beras Premium. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Perum Bulog menyiapkan skema intervensi melalui beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Premium untuk membantu menstabilkan harga beras premium di pasaran. Rencana tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan selama ini Bulog memiliki instrumen intervensi harga melalui beras medium. Namun, instrumen tersebut dinilai belum cukup untuk mengendalikan harga beras premium.

"Kami mungkin besok hari Selasa akan melaksanakan rakortas jam 16.00 WIB di Kementerian Pangan, mudah-mudahan juga akan membahas terkait dengan banyak masalah beras yang strategis terkait dengan masalah beras premium, upaya kami bagaimana bisa menstabilkan harga beras premium," kata Rizal di Karawang, Senin (31/8/2026).

Selain menyiapkan skema intervensi untuk beras premium, Bulog juga berencana melakukan perubahan kemasan beras SPHP. Rizal mengatakan, pihaknya akan mengajukan izin untuk mengganti desain kemasan SPHP agar lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kemudian juga termasuk rencana kami adalah permohonan izin penggantian kemasan, kemasan beras SPHP yang dulunya warnanya kuning-kehijau-hijauan nanti kita berganti baru dengan yang lebih iconic dan lebih eye catching sesuai dengan kekinian, sehingga tidak kalah dengan produk-produk pihak swasta," kata Rizal.

Dia menegaskan, perubahan kemasan tersebut tidak akan mengubah kualitas maupun isi beras SPHP. Rizal menambahkan, Bulog juga menyiapkan sejumlah terobosan lain di sektor perberasan.

"Namun tidak mengurangi dari nilai isi beras tersebut, itu yang kami lakukan. Termasuk juga nanti ada konsep-konsep berikutnya khususnya terobosan-terobosan Bulog terkait dengan perberasan namun belum bisa kami angkat di sini karena belum ada keputusan di rakortas nanti," ujar dia.

(NIA DEVIYANA)

SHARE