ECONOMICS

BUMN Bakal Hibahkan Saham di Kereta Cepat ke Kemenkeu, Konsorsium PSBI Bakal Bubar?

Anggie Ariesta 18/08/2026 20:30 WIB

COO Danantara membenarkan rencana pengalihan dan pembubaran peran konsorsium tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

BUMN Bakal Hibahkan Saham di Kereta Cepat ke Kemenkeu, Konsorsium PSBI Bakal Bubar? (Foto: Anggie Ariesta/ iNews Media Group)

IDXChannel - PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku konsorsium BUMN pemilik 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menghibahkan seluruh kepemilikan sahamnya kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Langkah itu diambil untuk menyelesaikan dinamika pendanaan dan tata kelola proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

PSBI merupakan gabungan dari empat BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII.

Sementara itu, 40 persen saham KCIC sisanya dimiliki oleh konsorsium asal China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Dengan dialihkannya seluruh saham tersebut ke Kemenkeu, keberadaan entitas PSBI dipastikan tidak lagi diperlukan dalam struktur kepemilikan Whoosh.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria membenarkan rencana pengalihan dan pembubaran peran konsorsium tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

“Iya (tidak diperlukan lagi), konsorsium kita kan. Iya, betul, dialihkan, dihibahkan,” kata Dony.

Dony menegaskan skema hibah saham ini menjadi solusi definitif guna menuntaskan beban dan permasalahan BUMN pada proyek operasional Whoosh.

“Dialihkan dulu prosesnya, yang penting selesai. Pengin gak selesai Whoosh ini kan? Kan bagus,” ungkap Dony.

Proses pemindahtanganan saham PSBI kepada Kemenkeu tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan depan. “Iya, September,” ujar Dony singkat.

Kepemilikan saham KCIC eks-PSBI nantinya akan ditampung oleh lembaga Special Mission Vehicle (SMV) yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Keuangan. Selain memegang saham, SMV Kemenkeu juga diproyeksikan mengambil alih peran pengelola sekaligus operator proyek Whoosh.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menyiapkan dua entitas SMV untuk menerima pengalihan porsi saham tersebut, meski belum merinci nama lembaga yang dimaksud.

“Ada dua, pokoknya cukup, uangnya cukup,” ujar Purbaya di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Pelimpahan ini diharapkan dapat memberikan kepastian struktur permodalan serta menjaga keberlanjutan operasional Kereta Cepat Whoosh secara jangka panjang di bawah kendali fiskal pemerintah pusat. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE