Capai 70,27 Persen, Bahan Baku Dominasi Struktur Impor sepanjang Januari-November 2025
Bahan baku masih mendominasi struktur impor sepanjang Januari-November 2025.
IDXChannel - Bahan baku masih mendominasi struktur impor sepanjang Januari-November 2025.
"Bahan baku atau penolong mencapai 70,27 persen dari total impor, diikuti barang modal 20,55 persen dan barang konsumsi 9,18 persen," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Kamis (8/1/2026).
Dia melanjutkan, impor produk bahan baku atau penolong dengan penurunan terdalam pada Januari-November 2025, yaitu bahan bakar minyak, gula tebu, kacang kedelai, bungkil untuk pakan ternak dan polipropilena.
Di sisi lain, impor barang konsumsi turun terutama untuk mesin pengatur suhu udara, bawang putih, mobil listrik (CKD), non-dairy creamer dan obat-obatan.
Pada November 2025, kinerja impor Indonesia tercatat sebesar USD19,86 miliar . Nilai ini turun 9,09 persen dibanding Oktober 2025 (MoM). Nilai impor November 2025 terdiri atas sektor nonmigas sebesar USD17 dan migas sebesar USD2,86 miliar.
Secara kumulatif, impor Indonesia pada Januari-November 2025 mencapai USD218,02 miliar atau tumbuh 2,03 persen (CtC).
"Peningkatan ini disebabkan oleh impor nonmigas yang naik 4,37 persen menjadi USD188,61 miliar dibanding Januari-November 2024 yang sebesar USD180,71 miliar," kata Budi.
Dia menambahkan, pada Januari-November 2024, impor barang modal 18,54 persen, sementara impor barang konsumsi 2,02 persen, dan bahan baku atau penolong turun 1,46 persen.
"Kenaikan impor barang modal yang mencapai 18,54 persen turut disebabkan naiknya impor central processing unit (CPU), ponsel pintar, mobil listrik (selain completely knocked down/CKD), dan base station," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)